Teten Sebut China dan Jepang Ekspor 70 Persen Produk UMKM

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 25 October 2023 Waktu baca 5 menit

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengungkapkan bahwa rumah produksi bersama merupakan inisiatif pemerintah dalam upaya untuk mendorong hilirisasi produk UMKM dan meningkatkan kapasitas mereka.

 

Teten menjelaskan bahwa rumah produksi bersama, yang merupakan pabrik modern dengan skema maklon, memiliki potensi untuk meningkatkan skala usaha UMKM, karena mereka tidak beroperasi secara independen, melainkan terintegrasi dalam rantai produksi yang lebih besar.

 

"Kita harus mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok industri, seperti yang telah terjadi di Tiongkok dan Jepang, di mana 70 persen ekspor berasal dari UMKM karena mereka terlibat dalam rantai pasok industri tersebut," ungkap Teten di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (23/10/2023).

 

Pada tahun 2023, pemerintah menargetkan pembangunan delapan rumah produksi bersama di seluruh Indonesia sebagai proyek percontohan. Teten juga mengungkapkan bahwa investasi untuk masing-masing unitnya berkisar antara Rp13 miliar hingga Rp15 miliar. Saat ini, beberapa proyek masih dalam tahap proses pembangunan, dengan harapan beberapa di antaranya akan selesai pada akhir tahun.

 

Salah satu dari delapan rumah produksi bersama tahap awal tersebut terletak di Garut dan fokus pada produksi fashion dari kulit, dengan tujuan menghasilkan produk yang sebanding dengan kualitas produk Italia. Di masa depan, Teten juga merencanakan untuk mendirikan rumah produksi bersama di Cibaduyut dengan fokus pada sepatu.

 

Teten menekankan bahwa setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda, dan upaya ini bertujuan untuk mempersiapkan UMKM untuk memproduksi beragam produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

 

Menurut Teten, inisiatif hilirisasi melalui rumah produksi bersama ini juga menjadi kunci dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Ini dapat membantu para pelaku UMKM mengembangkan kapasitas usaha mereka dan meningkatkan kualitas produk, serta potensial untuk menambah jumlah wirausaha baru hingga satu juta orang.

 

Terkait manajemen rumah produksi bersama, Teten menjelaskan bahwa koperasi akan mengelola fasilitas tersebut setelah dibangun oleh pemerintah pusat dan diserahkan kepada pemerintah daerah.

 

Bey Triadi Machmudin, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, juga menyoroti inisiatif ini dan berencana untuk melakukan peninjauan di Cibaduyut. Dia berharap bahwa dengan lebih banyak rumah produksi bersama, kualitas produk UMKM akan semakin meningkat dan mereka akan menjadi pesaing yang lebih kuat secara global.

Sumber: republika.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.