Tambah Dua Tanker Gas Raksasa untuk Mendominasi Pasar Pengangkutan LPG di Asia Tenggara

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 May 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - PT Pertamina International Shipping (PIS) kembali memperkuat posisinya sebagai perusahaan pengangkut kargo bahan bakar gas cair (LPG) terkemuka di Asia Tenggara. Hal ini dilakukan dengan penambahan dua kapal pengangkut gas yang sangat besar (VLGC): Pertamina Gas Caspia dan Pertamina Gas Dahlia.


Kedua VLGC tersebut  dioptimalkan untuk pengangkutan gas alam cair dan produk petrokimia berupa propilena dan amonia serta ditujukan untuk perdagangan di jalur internasional.  VLGC Pertamina Gas Caspia dan VLGC Pertamina Gas Daria sama-sama memiliki panjang kurang lebih 300 meter atau setara dengan dua lapangan sepak bola berkapasitas 91.000 m3. Keduanya menawarkan fleksibilitas kargo tertinggi di kelasnya hingga 39 kombinasi kargo, serta peralatan anti-pembajakan yang komprehensif untuk keselamatan dan kenyamanan awak kapal, dan masih banyak lagi.

 

Kedua kapal juga dilengkapi dengan peralatan hemat energi dan  generator poros untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. Selain itu, VLGC Pertamina Gas Caspia dan VLGC Pertamina Gas Dahlia juga  menggunakan teknologi dual-fuel dan Selective Catalytic Reduction (SCR) yang ramah lingkungan  untuk mengurangi polusi hujan asam (NOx). Hal ini sejalan dengan upaya keberlanjutan yang dilakukan Pertamina.

 

Dengan tambahan dua  VLGC, total armada  PIS kini berjumlah 102 kapal, termasuk kapal pengangkut minyak mentah sangat besar (VLCC), VLGC, Suezmax, dan kapal berukuran lainnya. Hingga 60 kapal ini digunakan pada penerbangan internasional. VLGC Pertamina Gas Daria juga akan dikelola oleh PIS dan awaknya 100% orang Indonesia. FYI: Kedua kapal tersebut dibangun oleh Hanwha Ocean Korea Selatan (Korea Selatan), salah satu galangan kapal terbesar di dunia. Kapal tersebut diluncurkan di Galangan Kapal Hanwha Okpo di Korea Selatan. 

 

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Bapak Rabin Indrajad Hattari, Direktur Jenderal Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bapak Zelda Ulan Kartika, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, dan Bpk Eka Suchendra. , Muhammad Irfan Zainul Fikri, Direktur Perencanaan Bisnis PIS  dan Direktur Armada PIS. Pak Rabin mengatakan, pemerintah menyambut baik kehadiran dua VLGC terbaru PIS.

 

Kedua kapal tersebut akan semakin memperkuat peran PIS sebagai penyambung distribusi listrik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama industri maritim Indonesia di kancah dunia. “VLGC lebih dari sekedar kapal, ini merupakan bukti kerja sama internasional, kecanggihan teknologi dan komitmen teguh dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.

 

“Kolaborasi internasional ini akan meningkatkan kapabilitas PIS sebagai bagian dari Pertamina dalam memperkuat infrastruktur energi bisa melakukan itu,” kata Rabin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9 Mei 2024). Rabin menambahkan, kedua kapal tersebut berada di sana pada waktu yang tepat dan berperan penting dalam menyediakan gas alam cair dan energi ramah lingkungan bagi industri dan rumah tangga.

 

“Keberadaan VLGC  juga merupakan salah satu upaya memperkuat industri maritim Indonesia dan membangun armada yang lebih modern dan terkini.” “Kita dapat menciptakan peluang baru untuk tenaga kerja yang lebih terampil  sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri pelayaran regional,” kata Rabin. CEO PIS Joki Firunandi mengatakan dengan penambahan dua armada kapal tanker VLGC, PIS menjadi salah satu pemilik kapal VLGC terbesar di Asia Tenggara dengan total tujuh kapal.

 

“Penambahan armada VLGC yang lebih ramah lingkungan  menunjukkan komitmen PIS dalam mendukung transisi energi dan bisnis  berkelanjutan. “Ini adalah pembawa gas berteknologi maju terbesar di dunia,” jelas Joki. Nama VLGC Pertamina Gas Caspia  terinspirasi dari bunga caspia yang melambangkan kesuksesan dan kenangan, kata Joki. Sedangkan bunga dahlia melambangkan kebahagiaan dan rasa hormat. 

 

Pelayaran perdananya yang sukses di Amerika Serikat 
Kapal tanker baru  PIS akan segera memulai layanan internasional dan dijadwalkan melakukan pelayaran pertamanya dari Houston, Amerika Serikat (AS) pada awal Mei 2024. Kehadiran VLGC Pertamina Gas Caspia dan Pertamina Gas Darya membuat total kapal tanker PIS berjumlah tujuh dengan rata-rata usia 3,42 tahun. Seri VLGC yang sebelumnya dimiliki PIS adalah Pertamina Gas 1, Pertamina Gas 2, Pertamina Gas Amaryllis, Pertamina Gas Tulip, dan Pertamina Gas Bergenia.

 

Saat ini, jumlah kapal tanker VLGC di seluruh dunia sebanyak 419 kapal dengan usia rata-rata  10,08 tahun. “Usia rata-rata kapal PIS-VLGC yang relatif muda merupakan suatu keunggulan tersendiri. “Pertama dan terpenting, dari segi kualitas operasional kapal, baru dan lebih baik. Ini adalah kapal yang menggunakan teknologi  dan lebih kompetitif, kata Joki. Fajjar Joko Santoso, Vice President Corporate Communications Pertamina, mengatakan penambahan dua VLGC dari PIS ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus berkiprah melalui sub-holding Integrated Marine Logistics (IML).

 

Kapal tersebut juga merupakan bukti  komitmen Pertamina dalam menjangkau pasar global. Pertamina kini setara dengan perusahaan kelas dunia lainnya, tidak hanya dalam hal jumlah kapal, namun juga teknologi bahan bakar ganda dan ramah lingkungan yang terintegrasi pada kedua kapal tersebut. Teknologi ini juga merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan bisnis ramah lingkungan, sejalan dengan penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), kata Fajjar.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.