Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 25 October 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Analis mata uang, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipicu oleh kekhawatiran investor menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2024.
"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS yang terus menguat akibat kekhawatiran investor terkait Pilpres AS 2024," kata Lukman kepada Antara di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut muncul seiring dengan semakin ketatnya persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris dalam polling.
Jika Trump berhasil menang, tambahnya, inflasi di AS kemungkinan akan meningkat akibat kebijakan pajak dan tarif yang diusulkan. "Kondisi ini akan membuat The Fed (Federal Reserve) semakin kesulitan untuk menurunkan suku bunga," jelasnya.
Dengan pemilihan yang dijadwalkan pada 5 November, data terbaru dari ABC News dan 538 menunjukkan Harris saat ini unggul dengan dukungan 48,2 persen, sementara Trump mengikuti dengan 46,4 persen, berdasarkan survei yang dirilis Selasa (22/10).
Selain itu, proyeksi pelemahan rupiah hari ini juga dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Survei terbaru memperkirakan pemotongan suku bunga hanya mencapai 50 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, dengan setiap bulan dipangkas 25 bps. Sebelumnya, pemangkasan suku bunga diperkirakan bisa mencapai 70 bps.
"Rentang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini berada di kisaran Rp15.600 hingga Rp15.700 per dolar AS," ujar Lukman.
Pada perdagangan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 14 poin atau 0,09 persen menjadi Rp15.640 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp15.627 per dolar AS.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: antaranews.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.