Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 February 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Pemerintah Akan Bangun PLTN Berkapasitas 4,3 GW, Target Beroperasi Lebih Cepat, Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas total 4,3 gigawatt (GW).
Rencana ini sejalan dengan target pembangunan pembangkit listrik sebesar 103 GW dalam 15 tahun ke depan, di mana 75% dari tambahan kapasitas tersebut akan bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga nuklir.
"Pemerintah berencana membangun beberapa pusat tenaga nuklir dengan total kapasitas 4,3 GW, termasuk reaktor modular kecil (SMR) yang bersifat terapung," ujar Hashim dalam ESG Sustainability Forum 2025, Jumat (31/1/2025).
Lebih lanjut, Hashim menjelaskan bahwa akan ada tiga PLTN besar, masing-masing berkapasitas 1 GW. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Akan ada satu, dua, atau tiga PLTN besar dengan kapasitas masing-masing 1 GW. Ini semua merupakan langkah untuk menjawab tantangan perubahan iklim," tambahnya.
Pemerintah saat ini terus menggodok rencana pembangunan PLTN. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mempercepat target operasional PLTN dari yang semula dijadwalkan pada 2032 menjadi 2029.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa percepatan ini dilakukan seiring dengan rencana peningkatan kapasitas pembangkit listrik hingga 443 GW dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060.
"Target kapasitas pembangkit listrik sebesar 443 GW ini ditetapkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan mencapai 8% pada 2029. Dari jumlah tersebut, sekitar 79% akan berasal dari energi baru terbarukan," jelas Yuliot dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (23/1/2025).
Ia menegaskan bahwa pengembangan PLTN menjadi hal yang tidak dapat dihindari demi mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 79%. Meski demikian, hingga saat ini belum ada perusahaan yang menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam proyek PLTN tersebut.
"Saat ini belum ada perusahaan yang berminat. Pengembangan PLTN masih sebatas kajian pemerintah," pungkasnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.