Rekor! Stok Beras di Era Prabowo Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 31 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

DIGIVESTASI - Stok Beras Bulog Capai 2 Juta Ton, Terbesar dalam Sejarah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa cadangan beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2 juta ton, jumlah yang disebutnya sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah.

 

"Saat ini stok di gudang Bulog mencapai 2 juta ton, yang menurut saya merupakan salah satu jumlah terbesar sepanjang sejarah," ujar Sudaryono saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).

 

Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan bahwa Bulog telah diperintahkan untuk menyerap hingga 3 juta ton beras dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Ia juga menegaskan bahwa selama musim panen raya, penyaluran bantuan pangan berupa beras akan dihentikan sementara guna menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

 

"Selama panen raya, tidak akan ada distribusi bantuan pangan berupa beras. Tujuannya agar harga gabah di tingkat petani tetap terjaga. Kami akan berupaya menjaga harga di kisaran Rp 6.500 per kilogram," jelasnya.

 

Sudaryono juga memastikan bahwa produksi beras dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional sepanjang 2025. Ia menyebut produksi beras pada awal tahun ini mengalami kenaikan sebesar 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

"Insyaallah stok akan mencukupi. Jika melihat grafik Januari, Februari, dan Maret, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan produksi sebesar 48%. Rata-rata kenaikan di tiga bulan pertama ini mencapai 50%," paparnya.

 

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas produksi beras nasional dengan memastikan petani terus termotivasi untuk menanam. Salah satu caranya adalah menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan bagi petani.

 

"Kami tidak ingin harga jual gabah terlalu rendah sehingga petani kehilangan semangat untuk menanam. Ini bukan sekadar optimisme, tetapi kami akan terus mengawal realisasinya dari hari ke hari, minggu ke minggu," tegas Sudaryono.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.