Prediksi Suram Ekonomi Dunia! Dampak Perang Timur Tengah Kian Meluas

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 March 2026 Waktu baca 5 menit

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai bahwa konflik di kawasan Timur Tengah telah menghambat laju pertumbuhan ekonomi global sekaligus memicu peningkatan inflasi. Dalam laporan terbarunya, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat dari 3,3% pada tahun sebelumnya menjadi 2,9% pada 2026.

 

Dalam laporan bertajuk OECD Outlook, Interim Report: Testing Resilience edisi Maret 2026, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan kembali mencapai level 3% pada 2027. Eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai telah mempengaruhi faktor-faktor utama penopang pertumbuhan global. Hal ini terutama disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz yang mengakibatkan hampir seluruh distribusi energi terhenti.

 

Sebelumnya, OECD sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan lebih kuat sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel. Namun, lonjakan harga energi serta ketidakpastian akibat konflik telah menghapus momentum positif yang sebelumnya didorong oleh investasi di sektor teknologi.

 

“Tingkat ketidakpastian mengenai durasi dan skala konflik di Timur Tengah sangat tinggi. Hal ini berdampak pada prospek ekonomi yang berpotensi mengalami penurunan signifikan. Bahkan pertumbuhan bisa lebih rendah dan inflasi lebih tinggi,” ujar Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, dikutip dari Reuters, Minggu (29/3/2026).

 

Seiring kenaikan tajam harga energi, inflasi di negara-negara G20 diproyeksikan mencapai 4,0% pada 2026, atau lebih tinggi 1,2 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya.

 

OECD juga menguraikan skenario terburuk, di mana jika harga energi terus meningkat dan bertahan dalam waktu lama, pertumbuhan ekonomi global berpotensi kembali turun sebesar 0,5%. Pada saat yang sama, inflasi global dapat meningkat tambahan sebesar 0,9%.

 

Sebenarnya, tanpa adanya konflik, OECD berencana menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,3 poin persentase untuk tahun 2026. Namun, potensi kenaikan tersebut kini hilang akibat dampak perang yang terjadi.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.