Konflik Timur Tengah Tak Kunjung Usai, Ekonom RI Wanti - Wanti Dampaknya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 March 2026 Waktu baca 5 menit

Para ekonom menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga bulan mendatang berpotensi mengalami stagnasi. Hal ini tercermin dalam Laporan Survei Ekonom yang disusun oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI.

 

“Dalam proyeksi tiga bulan ke depan, para ahli secara umum memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi akan tetap berada pada tingkat yang sama seperti saat ini,” demikian tertulis dalam laporan survei LPEM FEB UI yang dikutip pada Senin (30/3/2026).

 

Survei tersebut dilakukan terhadap 85 ekonom dalam periode 24 Februari hingga 9 Maret 2026.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden, yakni 36 dari 85 ahli (42%), memiliki pandangan bahwa kondisi akan stagnan. Sementara itu, 28 ahli (33%) memperkirakan kondisi akan memburuk, dan 21 ahli (25%) memprediksi adanya perbaikan.

 

LPEM FEB UI mencatat nilai rata-rata respons sebesar -0,11 yang berada tepat di titik netral, mencerminkan ekspektasi kolektif yang cenderung stagnan dengan sedikit kecenderungan negatif. Skor keyakinan yang tergolong moderat, yaitu 7,47, menunjukkan masih adanya ketidakpastian di kalangan para ahli. Prospek pertumbuhan yang lemah ini umumnya berkaitan dengan aktivitas bisnis yang tidak berkembang serta perilaku konsumsi masyarakat yang lebih berhati-hati dalam beberapa bulan mendatang.

 

Para ekonom juga memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam tiga bulan ke depan dibandingkan kondisi saat ini.

 

Sebagian besar responden, yaitu 64 dari 85 ahli (75%), memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat. Sementara itu, 18 ahli (21%) menilai tidak akan ada perubahan, dan hanya 3 ahli (4%) yang memperkirakan tekanan akan mereda.

 

Berdasarkan survei, rata-rata respons mencapai angka tinggi sebesar 0,91 dengan skor keyakinan 7,60, yang menunjukkan adanya kesepakatan kuat bahwa inflasi akan meningkat dalam waktu dekat.

 

Para ahli mengaitkan prospek ini dengan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, di mana gangguan terhadap rantai pasokan global dan pasar energi akibat konflik berpotensi memicu kenaikan harga di dalam negeri.

 

Hasil ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan survei sebelumnya yang mencatat rata-rata sebesar +0,55, menandakan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin meningkat.

 

Dalam hal pasar tenaga kerja, mayoritas ahli, yaitu 37 dari 85 responden (44%), memperkirakan kondisi akan tetap stabil dalam tiga bulan ke depan. Namun, gabungan 39 ahli (46%) yang memprediksi kondisi akan semakin ketat cukup besar untuk mendorong penilaian keseluruhan ke arah negatif. Hanya 9 ahli (11%) yang memperkirakan pasar tenaga kerja akan melonggar.

 

Rata-rata respons sebesar -0,52 menunjukkan bahwa meskipun ekspektasi stagnasi masih dominan, terdapat kekhawatiran yang cukup besar terhadap kondisi pasar tenaga kerja.

 

“Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan rata-rata survei sebelumnya sebesar -0,38, yang mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran para ahli terhadap pasar tenaga kerja. Skor keyakinan moderat sebesar 7,46 dari 10 juga mencerminkan adanya ketidakpastian,” tulis laporan tersebut.

 

Untuk lingkungan bisnis, sebagian besar responden, yakni 40 dari 85 ahli (47%), memperkirakan tidak akan ada perubahan dalam tiga bulan ke depan. Namun, hampir setara dengan itu, sebanyak 39 ahli (46%) memprediksi kondisi akan memburuk. Hanya 6 ahli (7%) yang memperkirakan adanya perbaikan.

 

Rata-rata respons sebesar -0,49 mencerminkan pola umum ekspektasi yang didominasi stagnasi, namun dengan kecenderungan negatif.

 

Angka ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata survei sebelumnya sebesar -0,28, yang menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap lingkungan bisnis semakin meningkat. Skor keyakinan tercatat sebesar 7,57 dari 10.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 dapat mencapai 5,5%, sesuai dengan target pemerintah yang berada di kisaran 5,5% hingga 6% pada periode tersebut. Pertumbuhan ini diperkirakan didorong oleh aktivitas selama Ramadan.

 

“Sepertinya target 5,5% bisa tercapai, melihat aktivitas selama Ramadan,” ujar Airlangga kepada media di Masjid DJP beberapa waktu lalu.

 

Ia juga menyampaikan bahwa inflasi pada tahun ini berpotensi meningkat akibat efek basis rendah (low base) dari deflasi tahun sebelumnya, khususnya saat diberlakukannya subsidi tarif listrik pada Januari-Februari 2025.

 

Selain itu, Airlangga memastikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) setelah libur panjang Lebaran akan diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dianjurkan untuk sektor swasta.

 

“WFA setelah Lebaran akan diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan kepada sektor swasta, kecuali layanan publik,” tambahnya.

 

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu risiko inflasi yang dikhawatirkan masyarakat. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

 

Ia juga menjamin bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi aman meskipun harga minyak mencapai US$100 per barel, dan hal tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo.

 

Selain itu, ia menegaskan bahwa defisit APBN tahun 2026 tidak akan melampaui batas aman sebesar 3%. Sebagai perbandingan, defisit pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara dengan 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.