Prabowo Dorong QRIS Jadi Standar Pembayaran di ASEAN, Siap Saingi Dolar?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya penerapan sistem pembayaran regional yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara Asia Tenggara. Gagasan ini didorong langsung oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Malaysia.

 

Airlangga menjelaskan bahwa dalam sesi pleno tersebut, salah satu pembahasan utama adalah mengenai rendahnya volume perdagangan antarnegara Asia Tenggara atau yang dikenal sebagai perdagangan intra-ASEAN. Padahal, kawasan ini memiliki jumlah penduduk sekitar 600 juta jiwa dan total kapasitas ekonomi sebesar US$ 4,2 triliun. Oleh karena itu, seluruh negara anggota ASEAN sepakat bahwa perlu ada upaya untuk memperdalam aktivitas perdagangan di kawasan.

 

"Perdagangan antarnegara ASEAN saat ini masih tergolong rendah. Meski secara tarif kawasan ASEAN telah menganut sistem perdagangan bebas, masih terdapat hambatan non-tarif seperti regulasi bea dan cukai yang perlu diperbaiki," kata Airlangga dalam pernyataan kepada media di Hotel Grand Hyatt, Kuala Lumpur, pada Senin, 26 Mei 2025.

 

Sebagai solusi, Indonesia mendorong penerapan sistem pembayaran regional yang dapat digunakan oleh seluruh negara ASEAN guna meningkatkan arus perdagangan antarnegara.

 

"Presiden menekankan pentingnya memajukan sistem pembayaran digital lintas negara, seperti pembayaran menggunakan QR code antarnegara ASEAN. Upaya ini terus kita dorong agar segera terwujud," lanjut Airlangga.

 

Lebih lanjut, dalam forum para pemimpin negara ASEAN tersebut, turut dibahas pula langkah-langkah untuk memperkuat rantai pasok regional serta memperluas kolaborasi dalam pertukaran teknologi antarnegara.

 

"Forum ini juga mendorong implementasi laporan keberlanjutan (sustainability report), serta berbagi data inventarisasi bisnis, agar setiap negara ASEAN dapat saling mengetahui kondisi industri dan memperkuat kerja sama," tutupnya.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.