Perusahaan di China Harus Peroleh Izin Sebelum Kembangkan AI Generatif

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 13 July 2023 Waktu baca 5 menit

Pemerintah China melalui The Cyberspace Administration of China (CAC) akan memperkenalkan sebuah sistem yang mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum mereka mengembangkan dan meluncurkan sistem Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif.

 

China ingin mencapai keseimbangan antara kemajuan teknologi AI yang revolusioner namun dengan pengendalian konten yang ketat.

 

Peraturan pemerintah China bukanlah hal yang baru karena China selalu menerapkan peraturan yang ketat.

 

Sebelumnya, pemerintah China juga telah mengeluarkan regulasi terbaru yang mengharuskan perusahaan untuk mendaftarkan produk mereka ke otoritas China dalam waktu 10 hari kerja setelah diluncurkan.

 

"Sistem ini akan memastikan pengendalian dan sensor penuh terhadap informasi yang dihasilkan oleh AI, serta mewajibkan semua perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang," kata sumber yang dekat dengan rencana CAC seperti yang dikutip dalam Financial Times.

 

China ingin merespons kemunculan sistem AI generatif dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka sendiri.

 

Menurut rancangan peraturan yang dikeluarkan pada bulan April, konten yang dihasilkan harus "menggambarkan nilai-nilai inti sosialis" dan tidak boleh mengandung materi yang "mengancam keamanan negara, mendukung penggulingan sistem sosialis, memprovokasi perpecahan dalam negara, atau mengancam persatuan nasional".

 

Baidu dan Alibaba juga telah berhubungan dengan regulator selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan bahwa teknologi AI mereka mematuhi aturan.

 

Direktur CAC, Zhuang Roq, menyatakan kekhawatiran China terhadap penggunaan data dan keinginan mereka untuk memastikan pengembangan AI yang aman dan dapat dikendalikan.

 

Sementara itu, Uni Eropa telah mengusulkan beberapa peraturan AI yang sangat ketat di dunia, yang telah memicu protes dari perusahaan dan eksekutif di wilayah tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat sedang membahas langkah-langkah untuk mengendalikan AI. Di sisi lain, Inggris sedang melakukan tinjauan terhadap teknologi AI.

 

Ketakutan Para Pengusaha

Mayoritas perusahaan mengkritik dan mengajukan protes terhadap rancangan undang-undang (RUU) kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Uni Eropa karena mereka menganggap RUU tersebut dapat membahayakan daya saing dan kedaulatan teknologi Eropa.

 

Protes tersebut ditandatangani oleh Yann LeCun dari Meta, serta para eksekutif dari perusahaan seperti perusahaan telekomunikasi Spanyol, Cellnex, perusahaan perangkat lunak Prancis, Mirakl, dan bank investasi Jerman, Berenberg, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

 

Sebelumnya, anggota parlemen Uni Eropa telah menyetujui serangkaian aturan dalam RUU AI. RUU ini mengharuskan sistem seperti ChatGPT untuk mengungkapkan konten yang dihasilkan oleh AI, membantu membedakan antara gambar palsu dan asli, serta memastikan perlindungan terhadap konten ilegal.

 

Sejak popularitas ChatGPT meningkat, beberapa surat terbuka telah diterbitkan untuk menyerukan regulasi AI dan meningkatkan "risiko kepunahan AI". Beberapa penandatangan surat sebelumnya termasuk Elon Musk, CEO OpenAI, Sam Altman, dan Geoffrey Hinton dan Yoshua Bengio, dua dari tiga tokoh yang disebut sebagai "bapak pendiri AI".

 

Cedric O, Mantan Menteri Digital Prancis, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan versi Parlemen Eropa karena mereka memutuskan untuk beralih dari pendekatan berbasis risiko ke pendekatan berbasis teknologi, yang tidak ada dalam teks asli.

 

RUU tersebut juga memberikan peringatan bahwa teknologi seperti AI generatif akan diatur dengan ketat. Perusahaan yang mengembangkan sistem semacam itu juga akan menghadapi biaya kepatuhan yang tinggi dan risiko kewajiban yang tidak proporsional. Peraturan tersebut dapat menyebabkan perusahaan yang sangat inovatif memindahkan kegiatan mereka ke luar negeri dan investor menarik modal mereka dari pengembangan AI di Eropa secara umum.

 

Sumber: infokomputer

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.