Perusahaan AS Bidik Lapangan Minyak RI, Siap Gelontorkan Rp27,7 Triliun!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 23 July 2025 Waktu baca 5 menit

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan bahwa ada perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan minat untuk menanamkan modal di sektor minyak Indonesia.

 

Perusahaan tersebut dikabarkan akan berinvestasi sebesar US$1,7 miliar atau setara Rp27,72 triliun di wilayah kerja minyak Tanah Air.

 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang mengatakan dirinya baru saja melakukan pertemuan dengan pihak investor dari AS pada hari Senin (22 Juli 2025).

 

Djoko menjelaskan bahwa investor tersebut masih dalam tahap pencarian lapangan minyak yang memiliki potensi menjanjikan di Indonesia. Oleh karena itu, SKK Migas belum bisa memberikan konfirmasi final mengenai rencana investasi tersebut maupun mengungkap identitas perusahaan tersebut.

 

“Investor asal AS itu sebenarnya ingin menanamkan investasi sebesar US$1,7 miliar, namun mereka masih meninjau potensi ladang minyak yang dianggap layak,” ujar Djoksis, sapaan akrabnya, saat ditemui di Kementerian ESDM pada Selasa (22 Juli 2025).

 

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan bahwa ketertarikan investor muncul setelah mendengar kabar bahwa banyak sumur minyak di Indonesia yang tidak lagi beroperasi atau idle.

 

“Mereka datang ke sini karena tertarik pada sumur-sumur yang sudah ditemukan cadangannya. Mereka dapat informasi bahwa ada ribuan sumur idle, dan mereka ingin melihat langsung,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa terdapat 504 sumur minyak yang tidak aktif dan berpotensi dilelang tahun ini maupun tahun depan. Sumur-sumur tersebut berada di bawah pengelolaan PT Pertamina (Persero) atau mitra kerjanya.

 

Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM, Ariana Soemanto, menyebutkan bahwa mayoritas dari sumur idle tersebut—sebanyak 292 sumur—berlokasi di wilayah Sumatra. Sebanyak 445 sumur terletak di daratan (onshore), sementara 59 sisanya berada di perairan lepas pantai (offshore).

 

“Sebagian besar sumur idle yang berpotensi untuk dikembangkan melalui kemitraan berada di wilayah Sumatra,” ungkap Ariana dalam ajang IPA Convex 2025 di ICE BSD, Kamis (22 Mei 2025).

 

Ia merinci, untuk sumur darat (onshore), terdapat 107 sumur di Aceh, Jambi, dan Bengkulu; 185 sumur di Sumatra Selatan; 47 sumur di Jawa Barat; 16 sumur di bagian utara Jawa Timur; 79 sumur di Kalimantan Timur; 5 sumur di Kalimantan Utara; dan 6 sumur di Nabire, Papua.

 

Sementara itu, dari total 59 sumur offshore, 8 berlokasi di lepas pantai Sumatra bagian Selatan; 7 di lepas pantai Pulau Jawa; 8 di offshore Kalimantan Timur; dan 36 sumur di perairan lepas pantai Kalimantan Timur lainnya.

 

Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembukaan lelang untuk 800 sumur pada 2027 dan 1.200 sumur lagi pada 2028.

 

Ariana menyampaikan bahwa secara keseluruhan, sekitar 4.200 sumur berasal dari wilayah kerja Pertamina, sementara sekitar 300 sumur lainnya berada di bawah kontraktor kerja sama swasta (KKKS).

 

“Sebanyak 1.700 sumur akan dikelola sendiri oleh Pertamina, sementara 2.500 sisanya akan dikerjakan melalui skema kontrak kerja sama,” tambahnya.

 

Kementerian ESDM memperkirakan, jika 4.200 sumur ini diaktifkan kembali, maka potensi peningkatan produksi minyak siap jual atau lifting dapat mencapai 12.000 barel per hari (bph) dalam waktu satu tahun.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.