Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 May 2023 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, memprediksi nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai 130 miliar dollar AS pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, pemerintah berencana untuk mempercepat proses digitalisasi di seluruh sektor industri, termasuk industri kreatif dan UMKM serta di pasar tradisional.
Target ini akan diwujudkan melalui upaya pemerintah dalam memperluas jaringan dan infrastruktur internet ke seluruh Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk membangun ekosistem digital yang merata di seluruh Indonesia.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam upaya digitalisasi, akan fokus pada digitalisasi UMKM, pasar tradisional, serta pelaku usaha kreatif. Kemendag akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya untuk mencapai target tersebut.
Pemerintah saat ini terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM dan penjual di pasar tradisional. QRIS juga membuka akses ke marketplace sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli barang tanpa perlu bertatap muka dengan penjual.
Saat ini, setidaknya 30 juta pelaku UMKM di Indonesia telah menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran. Namun, mayoritas pelaku UMKM masih berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, Kemendag akan mendorong pemerataan QRIS di luar pulau Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur.
Kemendag telah mencanangkan target untuk menerapkan digitalisasi pada 1.000 pasar setiap tahunnya, meskipun saat ini baru beberapa pasar tradisional yang telah menerapkan sistem pembayaran menggunakan QRIS.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk mempercepat proses digitalisasi di Indonesia, terutama di sektor UMKM dan pasar tradisional. Dengan QRIS, masyarakat tidak perlu repot membayar belanjaan dengan menggunakan uang tunai. Masyarakat cukup melakukan scan kode QR yang tertera di setiap toko di pasar.
Sumber: KOMPAS.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.