Malaysia Minta RI Impor Beras, Begini Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia YB Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu - Foto: detikcom/Aulia Damayanti

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia telah mengajukan permohonan bantuan kepada Indonesia terkait pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya permintaan ekspor beras. Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo usai menghadiri Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, sebagaimana dikutip pada Rabu (7/1/2026).

 

Prasetyo tidak mengungkapkan secara rinci jumlah beras yang diminta Malaysia dan juga belum memastikan kemampuan Indonesia untuk memenuhinya. Ia menegaskan bahwa bantuan hanya dapat diberikan apabila pasokan dalam negeri berada dalam kondisi mencukupi.

 

Menurutnya, apabila negara sahabat membutuhkan dukungan dan Indonesia memiliki kapasitas yang memadai, maka bantuan tersebut akan diberikan, dengan Malaysia sebagai salah satu contohnya.

 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengonfirmasi bahwa pemerintah Malaysia telah mengajukan permintaan beras kepada Indonesia. Informasi tersebut muncul dalam keterangan resmi terkait pertemuan antara Mentan Amran dan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Selasa (22/4/2025).

 

Menanggapi permintaan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap menempatkan ketahanan pangan nasional sebagai prioritas utama dengan memastikan stok beras dalam negeri berada pada kondisi aman.

 

Ia menyatakan bahwa meskipun terdapat permintaan dari Malaysia, untuk sementara Indonesia harus fokus menjaga ketersediaan dan keamanan cadangan pangan nasional. Setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan stabil, barulah kemungkinan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat dapat dipertimbangkan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.