Deal Geopolitik! Venezuela Setujui Pasok Minyak Rp33,5 T ke AS, China Kehilangan Pasokan

Berita Terkini - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit

Washington dan Caracas menyepakati perjanjian strategis di bidang energi yang membuka peluang ekspor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat dengan nilai hingga US$2 miliar atau sekitar Rp33,5 triliun. Kesepakatan ini berpotensi mengalihkan arus pasokan minyak dari China sekaligus memberi ruang bagi Venezuela untuk menghindari pemangkasan produksi yang lebih tajam di tengah pembatasan ekspor.

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perjanjian tersebut pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat, dan menyebutnya sebagai hasil negosiasi penting yang kembali membuka akses minyak Venezuela ke pasar AS. Trump menyatakan Venezuela akan mengirimkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat.

 

Trump menegaskan minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasar, sementara pengelolaan dana hasil penjualan berada di bawah kendalinya sebagai Presiden AS guna memastikan pemanfaatannya bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah Venezuela mulai memenuhi tuntutan AS untuk memberikan akses penuh kepada perusahaan minyak Amerika.

 

Sebelumnya, Trump telah memperingatkan bahwa Venezuela berisiko menghadapi tekanan militer lanjutan apabila tidak membuka industri minyaknya secara total bagi AS dan sektor swasta. Sejak pertengahan Desember, blokade ekspor minyak oleh Washington membuat Venezuela menimbun jutaan barel minyak di kapal tanker dan fasilitas penyimpanan, hingga akhirnya memicu penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS akhir pekan lalu.

 

Langkah tersebut menuai kecaman dari sejumlah pejabat tinggi Venezuela yang menyebutnya sebagai tindakan penculikan dan menuding AS berupaya menguasai cadangan minyak besar negara tersebut.

 

Chevron Pegang Peran Sentral
Mengutip Reuters, Trump menyatakan Menteri Energi AS Chris Wright akan memimpin pelaksanaan kesepakatan, dengan pengiriman minyak langsung dari kapal Venezuela ke pelabuhan AS. Pengumuman ini langsung memengaruhi pasar, dengan harga minyak mentah AS turun lebih dari 1,5% pada hari yang sama.

 

Saat ini, seluruh aliran minyak Venezuela ke AS berada di bawah kendali Chevron, mitra utama PDVSA yang beroperasi berdasarkan izin khusus dari pemerintah AS. Dalam beberapa pekan terakhir, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan yang dapat mengekspor minyak Venezuela tanpa hambatan, dengan volume sekitar 100.000 hingga 150.000 barel per hari.

 

Namun, belum ada kepastian apakah Venezuela dapat langsung mengakses dana hasil penjualan tersebut. Sanksi yang berlaku membuat PDVSA terputus dari sistem keuangan global, dengan rekening dibekukan dan akses transaksi dolar AS ditutup. Minyak andalan Venezuela, Merey, selama ini dijual dengan diskon sekitar US$22 per barel di bawah harga Brent, sehingga nilai kesepakatan diperkirakan mencapai sekitar US$1,9 miliar.

 

Pembahasan Mekanisme Penjualan
Sumber yang mengetahui pembahasan menyebutkan bahwa AS dan Venezuela juga membicarakan berbagai skema penjualan, termasuk opsi lelang untuk pembeli AS serta penerbitan lisensi bagi mitra PDVSA. Lisensi semacam ini sebelumnya memungkinkan perusahaan seperti Chevron, Reliance, CNPC, serta Eni dan Repsol mengakses minyak Venezuela.

 

Beberapa perusahaan tersebut dilaporkan mulai bersiap kembali menerima pengiriman minyak dalam beberapa hari terakhir. Ada pula pembahasan mengenai pemanfaatan minyak Venezuela untuk cadangan minyak strategis AS, meski opsi ini tidak disinggung Trump secara terbuka.

 

Respons Pemerintah dan Pasar
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyambut positif potensi peningkatan pasokan minyak berat Venezuela ke wilayah Teluk AS, yang dinilainya dapat mendukung lapangan kerja, menekan harga bahan bakar, dan membantu pemulihan ekonomi Venezuela.

 

Sebelum sanksi diberlakukan, kilang di Pantai Teluk AS mengimpor sekitar 500.000 barel minyak Venezuela per hari. PDVSA sebelumnya terpaksa memangkas produksi akibat keterbatasan penyimpanan, dan tanpa jalur ekspor baru, pemangkasan lanjutan diperkirakan tak terhindarkan. Prospek tambahan pasokan ini langsung menekan harga minyak berat di Teluk AS, dengan selisih harga turun sekitar 50 sen per barel.

 

Seorang sumber industri menyebut Trump menginginkan kesepakatan ini segera terealisasi agar dapat diklaim sebagai kemenangan besar.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.