Saham News
Purbaya Tegas Soal Demutualisasi BEI: 'Bereskan Dulu Tukang Goreng Saham!'
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Rusia secara resmi menyatakan dukungan penuh atas pengangkatan Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Moskow menegaskan langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di Venezuela.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan pembelaan kuat terhadap kedaulatan Venezuela, seraya menyebut negara tersebut tengah menghadapi ancaman neokolonialisme terbuka serta agresi bersenjata dari kekuatan asing. Rusia menekankan pentingnya menjamin hak Venezuela untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi eksternal yang merusak, sebagaimana dikutip Reuters.
Pernyataan ini muncul menyusul tindakan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan pasukan khusus untuk menangkap Nicolas Maduro pada Sabtu sebelumnya, meski Amerika Serikat tidak disebutkan secara langsung.
Moskow memandang kebijakan yang diambil pemerintahan Rodriguez sebagai bentuk pembelaan diri yang sah bagi negara berdaulat dan menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan baru tersebut dalam menghadapi tekanan internasional. Rusia juga menyatakan solidaritas yang kuat terhadap rakyat dan pemerintah Venezuela serta kesiapan memberikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan.
Jatuhnya Maduro dinilai menjadi kemunduran bagi pengaruh Rusia di Amerika Latin, mengingat ia merupakan sekutu dekat Moskow yang kedua terguling dalam setahun terakhir setelah Bashar al-Assad di Suriah. Situasi ini memicu diskusi mengenai potensi kembalinya dominasi Amerika Serikat di kawasan Barat, yang disikapi dengan kehati-hatian oleh Kremlin.
Seorang sumber senior Rusia memperingatkan soal keseimbangan kekuatan global, dengan menyatakan bahwa jika AS kembali menegaskan dominasi di Belahan Bumi Barat melalui kebangkitan Doktrin Monroe, maka Rusia juga berhak mempertahankan wilayah pengaruhnya sendiri.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin masih menjaga sikap hati-hati terhadap Donald Trump, terutama karena kepentingan Rusia untuk menyelesaikan konflik Ukraina dan memulihkan hubungan ekonomi bilateral. Hingga kini, Putin belum memberikan komentar langsung terkait penangkapan Maduro, meski kecaman resmi telah disampaikan oleh kementeriannya.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.