Kritik Luhut Terhadap Monopoli Konser Taylor Swift di Singapura

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 March 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Menteri Koordinator  Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan blak-blakan soal ketidakmampuan Indonesia menjadi tuan rumah konser Taylor Swift. Penyanyi asal Amerika  itu baru saja menggelar konser di Singapura setelah setuju menjadikan negara kepulauan itu  satu-satunya negara  di Asia Tenggara yang menggelar konser. 
“Menurut saya, hanya kita yang kurang cerdas di Indonesia,” kata Luhut dalam video singkat yang diunggah ke akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan pada Jumat, 8 Maret 2024. “Kalau ada yang bisa reservasi, tidak apa-apa.” Buat reservasi saja. Anda harus membayar, kami membayar. ”

 

Menurut Luhut, tidak ada yang salah dengan cara tersebut. Karena cara seperti itu merupakan salah satu bentuk kompetisi. ``Ayo teman-teman, ambillah.'' ``Kalau ada masalah, beritahu saya,'' katanya. 


Sebelumnya, Luhut juga menyebut Indonesia bisa menjadi tuan rumah konser musik  kelas atas. Indonesia tidak jauh tertinggal dari Singapura dan telah menandatangani kontrak dengan penyanyi kenamaan dunia Taylor Swift untuk kegiatan serupa. 


“Apa yang diberikan Singapura, kita berikan sama dia (artisnya). Kita harus berani bersaing, kalau Singapura bisa untung, masa kita tidak bisa?” ucap Luhut Binsar Pandjaitan pada penutupan Business Matching 2024 di Sanur, Denpasar, Kamis, 7 Maret 2024. 


Luhut menjelaskan pihaknya sudah mengadakan rapat soal rencana itu. Bahkan, dalam enam bulan mendatang, salah satu pelaku usaha bidang hiburan yang biasa mendatangkan artis luar negeri, sudah mendapatkan izin untuk menggelar konser tandingan tersebut. “Enam bulan, dia (pelaku usaha) sudah dapat izin, kontrak saja (artinya). "Saya punya pemain di bidang entertainment. Saya  bilang akan cari (artis)  lain, tapi itu saja. Sekadar durasi kontrak," kata Luhut.


Dia menjelaskan, kesepakatan eksklusif  Taylor Swift dengan Singapura otomatis menghasilkan pendapatan devisa, seperti Pada tanggal 23 hingga 26 Februari 2024, Swift menggelar konser solo di Singapura bertajuk "The Eras Tour". Konser ini memancing reaksi beragam dari negara lain. Salah satunya, Perdana Menteri Thailand Sureta Thabisin geram karena tur Asia Tenggara Taylor Swift hanya sebatas Singapura.

 

Pada forum bisnis hari Jumat, Sletta mengatakan Singapura membayar Taylor Swift $2,77 juta per pertunjukan. Pendanaan sebesar itu diberikan dengan syarat Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi  tempat  konser Swift. Pemerintah Singapura belum mengomentari klausul eksklusivitas tersebut, namun AEG mengatakan  satu-satunya konser Swift di Asia Tenggara akan digelar di Singapura. Tiket VIP Taylor Swift berharga S$1.228 atau lebih dari Rp13 juta.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: tempo.co

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.