Ketakutan Jokowi Terbukti: Krisis Likuiditas di Akhir Jabatan

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 May 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkapkan kekhawatirannya tentang berkurangnya arus kas di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran 5%.

 

Beliau menyoroti penerbitan instrumen keuangan seperti SBN, SRBI, dan SVBI oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebagai penyebab potensial.

 

Suku Bunga Tinggi Perparah Persaingan Likuiditas

 

Kekhawatiran Jokowi terbukti di tahun ini, dengan likuiditas menjadi fokus utama para bankir.

 

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia semakin memperketat persaingan likuiditas antar bank.

 

Bankir Berusaha Menjaga Likuiditas

 

Berbagai bank, termasuk BRI, BNI, dan BTN, menghadapi tantangan likuiditas ini dengan strategi masing-masing.

 

BRI masih memiliki surplus likuiditas, BNI fokus pada peningkatan CASA, dan BTN menyesuaikan target pertumbuhan kredit.

 

LDR Meningkat, Bank Cari Sumber Pendanaan Alternatif

 

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) beberapa bank meningkat, mendorong mereka untuk mencari sumber pendanaan alternatif.

 

LPS mencatat peningkatan pertumbuhan dana non-DPK sebagai bagian dari strategi diversifikasi likuiditas.

 

Pertumbuhan DPK Lebih Rendah Dibandingkan Kredit

 

Pertumbuhan simpanan bank (DPK) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit, sehingga mendorong bank untuk mencari alternatif pembiayaan seperti pinjaman/hibah dan kewajiban bank lainnya.

 

Disclaimer:

 

Informasi dalam artikel ini dirangkum dari sumber terpercaya dan bertujuan memberikan informasi umum.

 

Tindakan yang diambil pembaca berdasarkan informasi ini adalah tanggung jawab pribadi.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.