Kementerian ESDM: Subsidi Konversi Motor Listrik Ditingkatkan Menjadi Rp 10 Juta

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 November 2023 Waktu baca 5 menit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan peningkatan jumlah subsidi dalam program konversi sepeda motor konvensional berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik dari sebelumnya Rp 7 juta menjadi Rp 10 juta.

 

"Mengenai konversi, subsidi yang ditetapkan adalah Rp 10 juta. Langsung efektif mulai saat ini," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Gedung Kementerian ESDM pada Jumat (10/11/2023).

 

Meski demikian, beliau menegaskan bahwa jumlah subsidi untuk pembelian motor listrik baru tetap sebesar Rp 7 juta.

 

"Itu berlaku untuk motor baru. Sekarang, motor baru dan motor bekas memiliki ketentuan yang berbeda," ungkap Arifin.

 

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan evaluasi dan perhitungan terkait besaran subsidi untuk konversi karena realisasinya yang belum optimal.

 

"Kami sedang berupaya dan menghitung. Keputusannya belum diambil, namun hal ini menjadi pertimbangan," katanya dalam acara FGD "Pemetaan Dekarbonisasi Indonesia Menuju Net-Zero" di Jakarta pada Jumat (10/11/2023).

 

Rachmat menjelaskan bahwa skema insentif dan subsidi kendaraan listrik pada tahun depan sejatinya tidak jauh berbeda dengan tahun 2023. Untuk mobil listrik, insentif diberikan melalui pengurangan PPN dari 11 persen menjadi 1 persen.

 

Sementara itu, pembelian motor listrik baru akan tetap mendapatkan subsidi sebesar Rp 7 juta. Begitu juga dengan konversi motor konvensional menjadi motor listrik yang akan tetap menerima subsidi sebesar Rp 7 juta.

 

"Kami akan kembali mengevaluasi, saat ini subsidi untuk konversi juga sebesar Rp 7 juta. Kami akan melihat lebih lanjut, mengingat proses konversi ini memiliki daya tarik tersendiri dan mungkin memiliki kendala yang berbeda dengan pembelian motor baru," tambahnya.

 

Target pemerintah untuk tahun 2023 adalah mencapai 50 ribu unit sepeda motor yang mengikuti program konversi, dan pada tahun depan meningkat menjadi 150 ribu unit dengan bantuan sebesar Rp 7 juta per unit untuk motor yang menjalani konversi. Saat ini, pemerintah telah meningkatkan jumlah subsidi untuk motor konversi menjadi Rp 10 juta.

 

Program ini diluncurkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,8 persen pada tahun 2030, mengurangi impor BBM, memberikan kompensasi kepada masyarakat, dan menghemat biaya bahan bakar.

 

Selain itu, program konversi diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan peningkatan konsumsi listrik sebesar 15 GWh, penurunan emisi sebesar 30.000 ton, dan pengurangan impor BBM sebesar 20.000 kiloliter, yang secara langsung menghasilkan penghematan devisa negara sebesar 10 juta dolar AS.

Sumber: republika.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.