Kawasan Industri Nikel Indonesia 'Tanam Uang' Hingga Rp552 Triliun! Apa Artinya bagi Ekonomi?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 19 December 2024 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

DIGIVESTASI - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah menginvestasikan total US$ 34,3 miliar atau sekitar Rp 552,2 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.100 per dolar) dari tahun 2015 hingga 2024. Direktur Komunikasi IMIP, Emilia Bassar, menyampaikan bahwa investasi ini tercatat hingga Agustus 2024.

 

"Untuk akumulasi investasinya, dari 2015 hingga 2024 itu senilai US$ 34,3 miliar. Dengan konversi saat ini, teman-teman bisa menghitung dengan kurs US$ 1 setara Rp 16.100," ujarnya dalam acara Press Briefing PT IMIP di Jakarta, Rabu (18/12/2024).

 

Emilia juga menyebutkan bahwa investasi perusahaan terus mengalami peningkatan sejak tahun 2022. Dari 2022 hingga 2023, investasi meningkat sebesar US$ 0,54 miliar atau sekitar Rp 8,69 triliun, sementara dari 2023 ke 2024, investasi naik sebesar US$ 4,16 miliar atau setara Rp 6,69 triliun.

 

Selain itu, Emilia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyetorkan pajak sebesar US$ 1,16 miliar atau sekitar Rp 18,56 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.000 per dolar) pada tahun 2023.

 

"Pajak yang sudah kami bayar ke negara pada 2023 adalah US$ 1,16 miliar, sekitar Rp 16 triliun, bahkan bisa mendekati Rp 17 triliun," jelas Emilia.

 

Pada tahun 2022, perusahaan juga menyetorkan pajak sebesar US$ 1,32 miliar atau setara dengan Rp 21,12 triliun. Sementara itu, pada tahun 2021, IMIP membayar pajak sebesar US$ 655 juta, yang setara dengan Rp 10,48 triliun.

 

Emilia menambahkan bahwa hingga November 2024, devisa hasil ekspor IMIP tercatat mencapai US$ 14,45 miliar atau sekitar Rp 232,6 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.100 per dolar).

 

"Terkait devisa ekspor, hingga November 2024, nilainya sudah mencapai US$ 14,45 miliar," tambahnya.

 

Selain itu, devisa hasil ekspor pada tahun 2023 tercatat lebih tinggi, yakni US$ 15,49 miliar atau sekitar Rp 249,3 triliun, sementara pada tahun 2022, devisa ekspor perusahaan mencapai US$ 15,03 miliar atau Rp 241,9 triliun.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :