Investor Besar Pertimbangkan Hengkang dari Bisnis Barang Konsumen di Uni Eropa

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 15 June 2023 Waktu baca 5 menit

Sejumlah investor besar sedang mempertimbangkan untuk keluar dari bisnis consumer goods di Uni Eropa (UE) karena adanya regulasi deforestasi yang baru diterapkan. Mereka khawatir tentang risiko rantai pasokan dalam bisnis ini.

 

Pada Desember tahun lalu, UE menyetujui aturan baru yang bertujuan untuk mencegah perusahaan menjual barang ke pasar UE jika barang tersebut terkait dengan deforestasi. Barang-barang seperti kopi, daging sapi, kedelai, karet, minyak sawit, dan komoditas lainnya termasuk dalam aturan ini.

 

Perusahaan sekarang harus membuktikan bahwa rantai pasok mereka tidak berkontribusi pada kerusakan hutan, jika tidak, mereka akan dikenakan denda sebesar 4 persen dari pendapatan mereka.

 

Union Investment, salah satu investor terbesar di Jerman yang memiliki saham di Unilever, Reckitt, Nestle, Pepsico, dan perusahaan lainnya, telah mengirim surat kepada 56 perusahaan consumer goods untuk mempelajari lebih lanjut tentang deforestasi dalam rantai pasok mereka. Investor tersebut khawatir bahwa denda tersebut dapat berdampak negatif pada kinerja perusahaan di pasar saham.

 

Namun hanya 30 perusahaan yang memberikan respons atas surat tersebut, dan dari jumlah tersebut, hanya 14 yang menyatakan bahwa mereka memiliki praktik nol deforestasi. Investor seperti Union Investment telah memperingatkan bahwa mereka akan mengeluarkan perusahaan dari portofolio mereka jika tidak ada perbaikan.

 

Delapan pemegang saham besar, termasuk Schroders, Janus Henderson, NBIM, KLP, Aviva, Fidelity International, dan Ninety One, telah berbicara dengan perusahaan-perusahaan consumer goods mengenai isu deforestasi ini. Tiga dari mereka mengindikasikan kemungkinan keluar dari investasi tersebut.

 

Regulasi deforestasi ini diharapkan akan berlaku pada akhir 2024 untuk perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan sekarang harus memastikan kebersihan rantai pasok mereka, bukan hanya secara fisik tetapi juga dalam hal keberlanjutan.

 

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan antara tahun 1990 dan 2020, sekitar 420 juta hektar hutan, yang lebih luas daripada wilayah UE, telah hilang karena deforestasi. Konsumsi UE menyumbang sekitar 10 persen deforestasi global, terutama terkait dengan minyak sawit dan kedelai.

 

Aturan baru UE mengharuskan perusahaan untuk menyusun formulir elektronik yang menunjukkan bahwa rantai pasok mereka tidak terlibat dalam deforestasi, dan teknologi seperti satelit dan kecerdasan buatan digunakan untuk membantu memantau dan mencegah deforestasi dalam rantai pasokan. Namun, beberapa anggota parlemen Eropa berpendapat bahwa upaya tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh UE.

 

Beberapa perusahaan consumer goods telah menyatakan bahwa mereka hampir mencapai target nol deforestasi. Misalnya, Nestle, perusahaan makanan terbesar di dunia, memiliki target untuk mencapai deforestasi nol pada kakao dan kopi pada tahun 2025, sementara Unilever menargetkan akhir tahun 2023 untuk mencapai deforestasi nol dalam rantai pasok minyak sawit, kertas dan papan, teh, kedelai, dan kakao.

 

Meskipun demikian, beberapa pemimpin industri berpikir bahwa aturan deforestasi ini agak terlalu ambisius, dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam industri ini untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.