Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 May 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Harga saham emiten sektor produksi semen mengalami penurunan akibat industri semen yang stagnan. Harga saham SMGR anjlok 67%, INTP 55%, dan SMBR 80% sejak akhir tahun 2020 hingga saat ini. Penurunan harga ini seiring dengan industri semen yang menghadapi situasi kelebihan pasokan yang semakin serius sejak pandemi penyakit virus corona (Covid-19).
Perkembangan pasar semen di Indonesia secara umum terus menunjukkan pertumbuhan. Kapasitasnya sendiri akan mencapai 118,1 juta ton pada tahun 2023. Selanjutnya kebutuhan dalam negeri mencapai 64 juta ton dan tingkat pemanfaatan 54,2%.
Permintaan dalam negeri belum mencapai tingkat sebelum pandemi sebesar 70 juta ton. Hal yang sama berlaku untuk pemanfaatan 62,3%.

Kapasitas produksi yang tinggi ditambah dengan utilisasi yang rendah akhirnya menjadi kekhawatiran salah satu anggota DPR RI, André Rosiade. Kami tidak membutuhkan pabrik semen hingga tahun 2030, katanya kepada CNBC Indonesia. Dikatakannya, situasi saat ini adalah kelebihan pasokan semen, diperkirakan tumbuh 4%/tahun sehingga tidak perlu membangun pabrik baru.
Misalnya pada tahun 2020, penjualan semen dalam negeri dan ekspor hanya mencapai 71,78 juta ton dengan tingkat utilisasi sebesar 61,7%. Artinya, masih ada kapasitas produksi sebesar 45 juta ton. Data ASI juga menunjukkan kapasitas produksi Kalimantan juga sangat mubazir dengan total 10,3 juta ton. Sementara konsumsi diperkirakan mencapai 3,9 juta ton per tahun. Sebab, masih surplus 6,4 juta ton.
Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menunjukkan pasar semen dalam negeri meningkat sebesar +3,6% (64.016.000 ton), dimana pasar semen kantong meningkat sebesar +0.1% (45.436.000 ton) dan pasar semen curah meningkat sebesar + 13,3% (18.580.000 ton). ton) ). Volume Semen Grobogan belum masuk dalam data ASI 2023.
Prediksi pertumbuhan positif year-on-year sudah mulai terlihat seiring dengan meningkatnya volume penjualan Semen Grobogan sejak awal tahun 2024. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) belum mengumumkan penyesuaian volume untuk tahun anggaran 2023. Namun karena rata-rata volume penjualan bulanan Semen Grobogan sekitar 0,11 juta ton, versi penyesuaian mengalami sedikit peningkatan sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.