Industri di Indonesia Menghadapi Kelangkaan Bahan Baku Impor, Ancaman PHK Semakin Nyata

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 03 November 2023 Waktu baca 5 menit

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa industri dalam negeri saat ini mengalami kekurangan pasokan bahan baku impor, dan hal ini berdampak pada penurunan produksi. Data dari S&P Global menunjukkan bahwa Purchasing Manager's Index (PMI) sektor manufaktur Indonesia turun ke 51,5 pada Oktober 2023. Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan September 2023 yang mencapai 52,3. Angka PMI manufaktur ini adalah yang terendah dalam lima bulan terakhir sejak Mei 2023.

 

"Wabah kelangkaan bahan baku atau bahan penolong, terutama yang harus diimpor, telah menyebabkan penurunan produksi industri," kata Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (1/11).

 

Sanny juga mengungkapkan bahwa kelangkaan ini juga disebabkan oleh penundaan pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian.

 

Sanny juga memperingatkan bahwa jika penurunan produksi industri di Indonesia terus berlanjut, maka gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menjadi kenyataan. Dengan kata lain, penurunan PMI manufaktur juga menjadi indikator bahwa PHK akan segera terjadi.

 

Menurut S&P Global, penurunan angka PMI manufaktur Indonesia terutama disebabkan oleh pertumbuhan penjualan yang melambat pada bulan Oktober. Lembaga tersebut menyatakan bahwa produsen menghadapi permintaan yang lebih lemah, serta permintaan dari luar negeri yang juga menurun.

 

Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, mengatakan bahwa perlambatan dalam PMI manufaktur Indonesia bisa terus berlanjut. "Tingkat kepercayaan bisnis di kalangan produsen juga merosot di bawah rata-rata, menunjukkan optimisme terhadap produksi dalam 12 bulan mendatang menurun," ujarnya.

 

Sama seperti Sanny, Pan juga memprediksi bahwa penurunan produksi akan berdampak pada gelombang PHK atau setidaknya akan mengurangi lapangan kerja. "Akibat dari pertumbuhan penjualan yang melambat, perusahaan-perusahaan mungkin akan mengurangi tingkat pekerjaan," tambahnya.

Sumber: Sumber: cnnindonesia

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.