Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 06 February 2025 Waktu baca 5 menit
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 mencapai 5,03%, sedikit lebih rendah dibandingkan 5,05% pada 2023 dan signifikan lebih rendah dari 5,31% pada 2022.
Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga, tetapi laju pertumbuhannya tercatat di bawah 5%, yakni 4,94%.
Meski pertumbuhan ekonomi tahun lalu lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya, para bankir tetap melihat peluang positif untuk ekspansi bisnis di 2025.
Steffano Ridwan, Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII), mengungkapkan optimismenya terhadap prospek bisnis di tahun ini.
"Kami tetap positif melihat peluang pertumbuhan bisnis di 2025," ujarnya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (5/2/2025).
Namun, Steffano juga menyoroti sejumlah tantangan global yang dapat mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan luar negeri AS dan dinamika geopolitik.
"Beberapa faktor seperti perubahan kebijakan global, [termasuk kebijakan Presiden AS] Trump, serta ketegangan geopolitik tidak bisa diabaikan. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam strategi pertumbuhan bisnis di 2025," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR), Efdinal Alamsyah, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,03% masih berada dalam kondisi stabil. Namun, ia menyoroti laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang hanya mencapai 4,94%, yang mencerminkan adanya tantangan daya beli masyarakat dan kepercayaan konsumen.
Meskipun demikian, Efdinal tetap optimistis bahwa kredit perbankan akan tumbuh positif di 2025, dengan beberapa faktor yang mendukungnya.
"Kami optimistis kredit perbankan akan tumbuh positif pada 2025, didukung oleh sentimen perekonomian domestik yang kuat. Selain itu, potensi penurunan suku bunga domestik juga diproyeksikan dapat menurunkan biaya dana, sehingga memberikan ruang bagi penurunan suku bunga kredit," jelasnya.
Efdinal juga menilai bahwa prospek industri perbankan tetap positif, dengan dukungan dari kebijakan moneter dan fiskal yang kondusif, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Lebih lanjut, Bank Oke Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sekitar 10% pada 2025, seiring dengan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.