Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 04 September 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, mengingatkan pemerintah mengenai potensi dampak negatif dari tertahannya daya beli dan menurunnya jumlah kelas menengah terhadap perekonomian dalam negeri. Anis menekankan bahwa penurunan konsumsi di kalangan kelas menengah bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. "Pertumbuhan kelas menengah memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan konsumsi dan, pada akhirnya, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, jika kelas menengah menyusut, hal ini dapat meredam pertumbuhan ekonomi," ujar Anis dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (3/9/2024).
Anis meminta pemerintah untuk menghindari kebijakan yang kontraproduktif dan bisa menekan daya beli masyarakat kelas menengah. Ia menyoroti kebijakan fiskal dan moneter, seperti rencana kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% serta suku bunga acuan yang telah meningkat sejak April dan belum diturunkan, sebagai faktor yang menekan kelas menengah.
Lebih lanjut, Anis menyatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 masih sangat dirasakan dalam perekonomian, dengan 9,06 juta orang dari kelas menengah yang turun kelas hingga 2024. Menurutnya, pemerintah perlu memperkenalkan kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan kelas menengah dan melindungi kelompok yang rentan agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan. "Pemerintah harus mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Selain itu, pemerintah perlu meyakinkan investor untuk membuka peluang investasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya bagi kalangan menengah," jelas Anis.
Anis juga menyarankan agar pemerintah menunda kenaikan PPN menjadi 12% dan memastikan tidak ada kenaikan harga BBM yang bisa mempengaruhi biaya transportasi dalam waktu dekat. Ia juga mengusulkan agar kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditunda untuk beberapa tahun ke depan.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.