China Umumkan Mega Proyek Bawah Laut di Perairan Dekat Indonesia!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 March 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

China Umumkan Rencana Ambisius Bangun Fasilitas Riset di Laut Dalam

China telah mengungkapkan rincian awal dari proyek besar untuk membangun fasilitas penelitian bawah laut di Laut China Selatan. Stasiun dasar laut ini direncanakan akan ditempatkan di kedalaman sekitar 1.828 meter di perairan utara Indonesia.

 

Seperti dilaporkan oleh South China Morning Post pekan ini, fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2030 dan mampu menampung hingga enam ilmuwan dalam satu waktu. Para peneliti akan tinggal di stasiun tersebut selama maksimal satu bulan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah.

 

Fasilitas ini difokuskan untuk mempelajari ekosistem rembesan dingin, lingkungan unik yang kaya akan kehidupan laut serta mengandung deposit hidrat metana dalam jumlah besar. Sumber daya ini diyakini berpotensi menjadi energi masa depan.

 

Fasilitas Canggih untuk Pemantauan Lingkungan Laut

Para ilmuwan dari Institut Oseanologi Laut China Selatan, bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, telah membagikan beberapa detail terkait proyek ini. Stasiun bawah laut akan dilengkapi dengan sistem pendukung kehidupan canggih yang memungkinkan para ilmuwan bertahan selama satu bulan di kedalaman laut.

 

Selain itu, fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat pemantauan permanen untuk mengamati kadar metana, perubahan ekologi, serta aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Sistem ini juga akan berintegrasi dengan kapal selam tanpa awak, kapal riset, dan observatorium dasar laut, membentuk sistem pemantauan ‘empat dimensi’ untuk analisis lingkungan laut secara menyeluruh.

 

Proyek yang Memicu Kontroversi

Pembangunan fasilitas ini tidak terlepas dari kontroversi, terutama terkait sengketa teritorial di Laut China Selatan. Proyek ini diumumkan di tengah laporan bahwa pekan lalu, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 62 pesawat militer China di sekitar wilayah pulau tersebut.

 

Taiwan, bersama negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei, menentang klaim Beijing atas Laut China Selatan dan masing-masing mengajukan klaim kedaulatan di wilayah perairan tersebut.

 

Proyek ini dikembangkan oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) serta Proteus Ocean Group, organisasi eksplorasi laut yang didirikan oleh Fabien Cousteau. Program ini merupakan bagian dari inisiatif lebih luas untuk membangun jaringan internasional habitat bawah laut guna memperkuat kolaborasi dalam penelitian kelautan.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.