Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 April 2025 Waktu baca 5 menit
Pemerintah China resmi menambahkan enam perusahaan asal Amerika Serikat ke dalam daftar hitam entitas asing, menyusul keterlibatan mereka dalam penjualan senjata ke Taiwan serta kerja sama teknologi militer yang dinilai mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Negeri Tirai Bambu.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita Xinhua, Kamis (10/4/2025), juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap aktivitas yang dianggap melanggar hukum serta merugikan kepentingan pembangunan China.
“Perusahaan-perusahaan ini telah lama terlibat dalam transaksi senjata dan kolaborasi militer dengan Taiwan, meski telah mendapat penolakan keras dari pihak China,” ujar juru bicara tersebut.
China menyatakan akan menindak tegas entitas yang dianggap membahayakan keamanan nasional, namun menekankan bahwa daftar hitam hanya berlaku untuk sejumlah kecil perusahaan asing dengan pelanggaran serius.
“Entitas asing yang menjalankan bisnis secara sah dan mematuhi hukum tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemerintah China menegaskan tetap membuka pintu bagi perusahaan internasional yang ingin beroperasi di negara tersebut, seraya menjamin iklim usaha yang stabil, adil, dan dapat diprediksi bagi investor asing yang menaati regulasi yang berlaku.
Sumber: inilah.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.