Tarif Impor Trump Bikin Harga Sembako AS Melonjak, Warga Menjerit!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 April 2025 Waktu baca 5 menit

Kebijakan tarif impor baru yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan membuat harga kebutuhan pokok masyarakat AS semakin mahal. (Foto: REUTERS/Carlos Barria)

Tarif Impor Trump Diprediksi Dongkrak Harga Kebutuhan Pokok Warga AS

Penerapan tarif impor baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di negeri Paman Sam. Peringatan ini disampaikan oleh sejumlah eksekutif supermarket dan analis industri pangan, yang menilai beban biaya tambahan akibat kebijakan tersebut kemungkinan besar akan dibebankan kepada konsumen.

 

Pada pekan lalu, Presiden Trump mengumumkan tarif umum sebesar 10 persen untuk seluruh negara, yang kemudian disusul oleh tarif balasan lebih tinggi terhadap 60 negara dan mitra dagang utama. Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan barang impor.

 

Sejumlah komoditas pangan seperti seafood, kopi, buah segar, keju, dan cokelat diproyeksikan akan mengalami kenaikan harga. Produk-produk yang menggunakan bahan baku atau kemasan impor, seperti plastik dan aluminium, juga terdampak signifikan.

 

“Konsumen akan mulai merasakan kenaikan harga dalam beberapa minggu mendatang,” ujar John Ross, CEO jaringan supermarket independen IGA, dikutip CNN. Ia memperkirakan dalam waktu 90 hari, efeknya akan menyebar luas ke berbagai sektor ritel.

 

Menurut laporan Budget Lab dari Yale University, kebijakan tarif ini diperkirakan akan menaikkan harga pangan rata-rata sebesar 2,8 persen, dengan lonjakan tertinggi mencapai 4 persen pada produk hasil pertanian segar. Dampak paling besar akan dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang mengalokasikan sebagian besar penghasilannya untuk kebutuhan pokok.

 

Toko Kecil Lebih Cepat Naikkan Harga

Kenaikan harga diprediksi lebih cepat terlihat di toko-toko kecil dibandingkan ritel besar seperti Walmart atau Costco. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan stok dan fleksibilitas keuangan distributor kecil yang tidak sebesar perusahaan besar.

 

“Distributor kecil terlihat lebih cepat bereaksi terhadap tekanan harga,” kata Steve Schwartz, Direktur Penjualan Morton Williams. Ia menyebutkan beberapa pemasok, seperti importir produk Italia, telah mengumumkan kenaikan harga hingga 20 persen pada minyak zaitun dan cuka balsamik.

 

CEO Affiliated Foods, Randy Arceneaux, mengungkapkan bahwa sejumlah produk seperti pisang, tuna kaleng, dan alat makan plastik sudah mulai naik harga. Sebagai contoh, harga pisang impor dari Guatemala naik sebesar 10 persen atau sekitar 4 sen per kotak.

 

Ketergantungan Pasokan Global dan Efek Psikologis ke Konsumen

AS sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri, dengan 80 persen seafood dan kopi, serta lebih dari separuh buah segar diimpor dari negara lain. Namun, pengecualian Meksiko dan Kanada dari daftar tarif menjadi sedikit penyeimbang, mengingat kedua negara merupakan mitra utama dalam USMCA dan pemasok utama produk pertanian bebas tarif.

 

Di sisi lain, tekanan harga sudah lama dirasakan konsumen bahkan sebelum tarif baru diterapkan. Sejak 2021, harga kebutuhan pokok di AS telah naik 23 persen. Produk seperti kopi dan cokelat mencatat kenaikan tertinggi.

 

Akibatnya, perilaku belanja masyarakat mulai berubah. Perusahaan besar seperti PepsiCo dan Campbell melaporkan penurunan permintaan produk makanan ringan. Penjualan snack turun 3 persen menurut laporan kuartalan PepsiCo. Barang kebutuhan rumah tangga seperti deterjen dan kosmetik juga mulai mengalami perlambatan penjualan.

 

Data Circana menyebutkan, konsumen kini lebih selektif dan cenderung memilih produk merek toko (private label) yang lebih terjangkau. Tren belanja dalam jumlah kecil tetapi frekuensi lebih sering juga meningkat.

 

CFO Costco, Gary Millerchip, menegaskan bahwa konsumen masih aktif berbelanja, namun dengan pertimbangan dan kehati-hatian lebih tinggi dalam memilih produk.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.