Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 06 February 2025 Waktu baca 5 menit
Perang dagang Jilid II yang digulirkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu volatilitas pasar global pada pekan ini. Meskipun Trump menunda kenaikan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, tarif 10% tetap diberlakukan terhadap China mulai 4 Februari.
Namun, dampak dari perang dagang Trump tampaknya tidak terlalu signifikan bagi Inggris. Meski Trump mengancam Uni Eropa (UE) dengan tarif serupa, Inggris tampaknya lolos dari dampak kebijakan tersebut.
Pernyataan Trump yang disampaikan kepada wartawan pekan ini mengungkapkan bahwa tarif terhadap UE pasti akan diberlakukan, tetapi “kesepakatan dapat diselesaikan dengan Inggris”.
"Inggris tidak sejalan. Namun, saya yakin itu bisa diselesaikan," kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia “akrab sekali” dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Inggris tercatat memiliki neraca perdagangan yang relatif seimbang dengan AS. Kedua negara memiliki defisit perdagangan yang kecil, yang membuatnya berbeda dengan negara-negara lain yang terkena dampak tarif tinggi.
Sebagai informasi, AS adalah mitra dagang terbesar Inggris pada tahun hingga September 2024, mencakup lebih dari 17% total perdagangan Inggris.
Menurut Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, Inggris tidak dianggap sebagai bagian dari masalah perdagangan yang dihadapi AS. Trump telah mengimplementasikan tarif sebagai cara untuk mengelola defisit perdagangan, di mana ekspor AS harus lebih banyak ke negara lain dibandingkan yang diimpor.
Menurut para pengamat, meskipun tarif diberlakukan, dampaknya tidak akan signifikan bagi Inggris.
"Dampak terhadap pasar Inggris akan terbatas pada sektor-sektor tertentu seperti perikanan dan pertambangan," kata Irina Urdu-Nardella, seorang profesor di Warwick Business School, dikutip dari CNBC International, Kamis (6/2/2025).
"Karakter ekonomi Inggris yang berfokus pada jasa melindunginya dari dampak tarif yang besar," tambahnya, menjelaskan bahwa sektor dengan rantai pasokan yang kompleks-lah yang paling terpengaruh tarif.
Menurut pengamat dari Sekolah Bisnis Said Universitas Oxford, Neri Karra Sillaman, menghindari tarif sepenuhnya adalah skenario ideal bagi Inggris. Hal ini dapat memperkuat sektor industri utama Inggris.
"Jika Inggris bebas tarif, itu dapat menarik investasi dan kemitraan baru," ujar Sillaman, yang menambahkan bahwa Inggris bisa menjadi pintu gerbang bagi perusahaan yang ingin menghindari tarif.
Sektor-sektor unggulan Inggris seperti barang mewah, mode, farmasi, dan manufaktur canggih dapat melihat potensi investasi dan perdagangan yang besar. Bahkan sektor otomotif, kedirgantaraan, dan keuangan berpotensi mendapatkan keuntungan dari permintaan yang meningkat.
Mantan pedagang valas dan pendiri platform Generation Money, Alex King, menyatakan bahwa kebijakan Trump bisa memberi kelegaan ekonomi bagi Inggris. Pound Inggris bahkan bisa menjadi pemenang utama dalam perang dagang ini.
"Jika Inggris berhasil menghindari tarif, Inggris berpotensi menjadi pasar yang menarik bagi barang dari UE," kata King, yang menambahkan bahwa setelah pengumuman tarif Trump, pound menguat terhadap euro, dolar Kanada, dan dolar Australia.
Menurut CEO BRI Wealth Management, Dan Boardman, Inggris memiliki peluang untuk menguntungkan dari penghindaran tarif AS. Keadaan ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk ke pasar Inggris.
"Jika tarif diterapkan pada negara lain, kemungkinan barang akan mengalir ke Inggris, yang akan menekan inflasi," kata Boardman.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.