Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 08 August 2023 Waktu baca 5 menit
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan dari industri transportasi dan pergudangan mengalami peningkatan tertinggi mencapai 15,28 persen (tahun-ke-tahun/yoy) pada kuartal II/2023.
Lini bisnis ini juga mencatatkan kontribusi sebesar 5,87 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode yang sama.
Selanjutnya, BPS mendata tiga lini bisnis dengan peningkatan tertinggi, yakni Transportasi & Pergudangan, Jasa Lainnya (11,89 persen), dan Akomodasi & Konsumsi Makanan (9,89 persen).
Wakil Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa industri ini tumbuh secara solid seiring dengan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat.
"Terlihat dari jumlah penumpang pada semua moda transportasi, jumlah penumpang di angkutan udara tumbuh sebesar 32,38 persen, dengan peningkatan yang signifikan baik dari sisi penerbangan domestik maupun kunjungan wisatawan dari luar negeri," paparnya pada hari Senin (7/8/2023).
Lebih lanjut, sektor angkutan laut melonjak sebesar 18,26 persen didorong oleh kenaikan jumlah penumpang dan volume barang yang diangkut.
Sementara itu, moda angkutan rel atau kereta api mengalami pertumbuhan sebesar 19,40 persen, yang didorong oleh peningkatan jumlah penumpang dan volume barang sejalan dengan mobilitas yang meningkat setelah pembatalan pembatasan sosial berskala besar (PPKM) dan periode liburan.
Namun demikian, tren pertumbuhan dalam sektor ini menunjukkan kecenderungan penurunan sejak kuartal IV/2022 setelah mencapai puncaknya pada kuartal III/2022 yang mencapai angka pertumbuhan sebesar 25,8 persen.
Dari sudut pandang yang berbeda, Bhima Yudhistira, Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios), menyatakan bahwa sektor transportasi dan pergudangan kemungkinan akan tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya.
Hal ini karena pada kuartal III/2023 tidak diidentifikasi adanya hari libur atau periode liburan panjang yang berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Sejumlah sektor akan memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2023, termasuk di dalamnya sektor transportasi, akomodasi dan konsumsi makanan (restoran), konstruksi, teknologi informasi dan komunikasi, serta jasa perusahaan," ungkapnya pada hari Selasa (8/8/2023).
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.