BBM Global Naik! Ini Daftar Negara yang Terdampak Konflik Iran vs AS-Israel

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 26 March 2026 Waktu baca 5 menit

Kenaikan harga BBM paling tajam berasal dari negara di Asia dan negara berkembang, lantaran tingginya ketergantungan terhadap impor energi. (FOTO:REUTERS/Roun Ry).

Sejumlah negara di berbagai belahan dunia telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam hampir satu bulan terakhir sebagai dampak dari konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

 

Mengutip Al Jazeera, lonjakan harga BBM di banyak negara dipicu oleh terganggunya distribusi minyak dan gas global, terutama di jalur Selat Hormuz yang hampir tidak beroperasi. Jalur ini merupakan rute utama bagi pasokan energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara di dunia.

 

Berdasarkan data Global Petrol Prices, kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan menyebar secara luas ke berbagai negara. Lonjakan paling signifikan tercatat di kawasan Asia dan negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.

 

Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling terdampak karena tingkat ketergantungan yang tinggi, di mana Jepang mengimpor sekitar 95% kebutuhan minyaknya dari kawasan Teluk, sementara Korea Selatan sekitar 70%.

 

Untuk menjaga stabilitas energi, Jepang meminta fasilitas penyimpanan minyak bersiap untuk melepas cadangan strategis, sedangkan Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam 30 tahun menetapkan batas harga maksimum untuk bensin dan solar.

 

Di kawasan Asia Selatan, tekanan terhadap pasokan energi dinilai lebih berat. Pakistan dan Bangladesh menghadapi keterbatasan fiskal serta cadangan energi yang relatif kecil.

 

Di Pakistan, kantor pemerintahan kini hanya beroperasi empat hari dalam seminggu, sekolah-sekolah ditutup, dan kebijakan kerja dari rumah sebesar 50% diterapkan guna mengurangi konsumsi bahan bakar. Sementara itu, Bangladesh meminta seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menghentikan aktivitas sementara demi menghemat energi.

 

Indonesia juga termasuk negara yang mengalami kenaikan harga BBM. Harga bensin RON 95 atau Pertamax meningkat 4,24% dari Rp11.800 per liter pada Februari menjadi Rp12.300 per liter pada bulan ini.

 

Selain Indonesia, sejumlah negara Asia seperti Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, dan Sri Lanka turut mengalami kenaikan harga BBM.

 

Kenaikan serupa juga terjadi di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, termasuk di Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bhutan, Kazakhstan, Jepang, Yordania, hingga Kyrgyzstan.

 

Di berbagai negara lintas kawasan seperti Puerto Rico, Jerman, Guatemala, Seychelles, Sierra Leone, Lebanon, Spanyol, Austria, Swedia, Luksemburg, Zimbabwe, Ukraina, San Marino, dan Albania, harga BBM juga mengalami kenaikan.

 

Selanjutnya, kenaikan harga BBM juga tercatat di Denmark, Makedonia Utara, Moldova, Panama, Ethiopia, Belgia, Prancis, Republik Demokratik Kongo, Bulgaria, Republik Dominika, Burundi, Liberia, Italia, Mesir, Norwegia, Swiss, Latvia, Yunani, serta Suriname.

 

Negara lain yang terdampak meliputi Monako, Aruba, Peru, Argentina, Andorra, Montenegro, Portugal, Curacao, Rumania, Liechtenstein, Jamaika, Grenada, Israel, Serbia, Brasil, Inggris, Islandia, Siprus, Honduras, dan Selandia Baru.

 

Selain itu, El Salvador, Bosnia dan Herzegovina, Kosta Rika, Tanzania, Mauritius, Mozambik, Lithuania, Slovenia, Ghana, Barbados, Georgia, Maroko, Nikaragua, Rwanda, dan Tunisia juga mengalami kenaikan harga BBM.

 

Di Amerika Serikat, harga bensin reguler meningkat sekitar 20% dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon.

 

Bahkan di beberapa negara bagian, harga BBM telah melampaui US$4 per galon, dan di California menembus US$5 per galon, tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

 

Kenaikan tajam harga minyak global ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga pangan dunia karena energi berperan penting dalam seluruh rantai pasok, mulai dari produksi pupuk, proses manufaktur, hingga distribusi ke konsumen.

 

Negara-negara berpendapatan rendah dinilai paling rentan terhadap kondisi ini, karena porsi pengeluaran masyarakat untuk pangan lebih besar serta ketergantungan yang tinggi terhadap impor komoditas penting seperti gandum dan pupuk.

 

Berikut 10 negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi:

  1. Kamboja: naik 67,81%

  2. Vietnam: naik 49,73%

  3. Nigeria: naik 35,02%

  4. Laos: naik 32,94%

  5. Kanada: naik 28,36%

  6. Pakistan: naik 24,49%

  7. Maladewa: naik 18,54%

  8. Australia: naik 18,23%

  9. Amerika Serikat: naik 16,55%

  10. Singapura: naik 15,69%

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.