Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Stagnan di 5,1% Hingga 2026

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 26 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI -  Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1% Hingga 2026. Bank Dunia memperkirakan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai rata-rata 5,1% dari tahun ini hingga 2026, namun menghadapi risiko pelemahan akibat lesunya kinerja perdagangan dan normalisasi permintaan domestik. Hal ini diungkapkan dalam Laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2024.

 

Bank Dunia menyatakan konsumsi swasta akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, meskipun ada hambatan akibat tekanan inflasi yang mempengaruhi daya beli rumah tangga. "Pertumbuhan konsumsi masyarakat akan mencerminkan kenaikan gaji pegawai negeri pada tahun 2024, yang selanjutnya didukung oleh program belanja sosial baru dari pemerintahan mendatang," demikian pernyataan Bank Dunia, Rabu (26/6/2024).

 

Investasi diperkirakan akan mendapatkan momentum berkat reformasi sebelumnya dan proyek pemerintah baru, termasuk percepatan pembangunan ibu kota baru. Sementara itu, ekspor dan impor diproyeksikan tumbuh lebih lambat karena dampak dasar yang tinggi dan ketidakpastian permintaan global.

 

Inflasi diperkirakan tetap dalam kisaran target Bank Indonesia (BI), meskipun menghadapi tekanan dari harga pangan dan energi global. "Inflasi umum diperkirakan akan tetap relatif stabil, dengan rata-rata sebesar 3% pada tahun 2024 dan sekitar 2,9% setelahnya pada tahun 2025-2026. Angka ini masih berada dalam kisaran target inflasi BI sebesar 2,5 +/- 1%," ungkap Bank Dunia.

 

Bank Dunia juga memperkirakan inflasi inti akan tetap terkendali seiring dengan berakhirnya kesenjangan output pada tahun 2025 dan normalisasi permintaan domestik. Namun, harga energi dan pangan global diperkirakan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada inflasi, terutama setelah berbagai konflik bersenjata dan guncangan iklim yang mengganggu rantai pasokan global serta pengurangan produksi OPEC+ yang meningkatkan harga minyak.

 

Dari sisi eksternal, Bank Dunia melihat tantangan terus berlanjut akibat lemahnya perdagangan dan pendanaan global. Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan melebar secara bertahap hingga mencapai 1,6% PDB pada tahun 2026, dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas dan ketidakpastian global yang menghambat ekspor.

 

Investasi langsung asing (FDI) akan tetap menjadi sumber pendanaan eksternal terbesar, didorong oleh reformasi daya saing, hilirisasi industri, dan pembangunan ibu kota baru yang menarik proyek-proyek baru. Bank Dunia yakin kebijakan moneter BI akan tetap fokus pada pencegahan arus keluar modal yang cepat dan berlebihan, meskipun kebijakan moneter tidak akan terlalu longgar karena target inflasi yang lebih ketat dan tingginya suku bunga di negara-negara maju. BI diperkirakan akan menurunkan suku bunga kebijakan pada tahun 2025, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat dan sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter AS.

 

Di sektor fiskal, Bank Dunia melihat adanya peningkatan belanja sosial dan investasi publik di era pemerintahan baru, namun batasan defisit tetap dijaga pada level 3%. Bank Dunia memproyeksikan subsidi akan stabil sepanjang periode perkiraan sejalan dengan melemahnya harga komoditas. Defisit APBN diperkirakan akan stabil pada kisaran 2,5% setelah meningkat secara bertahap untuk mengakomodasi program-program pemerintahan mendatang, termasuk program-program terkait investasi publik dan infrastruktur.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.