Bahlil: 54% BBM RI Impor dari Singapura, Ada Apa?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 February 2025 Waktu baca 5 menit

Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)

DIGIVESTASI - Bahlil: 54% BBM Indonesia Masih Diimpor dari Singapura, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa lebih dari setengah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih bergantung pada impor, dengan 54% pasokan berasal dari Singapura.

 

"Ironis dan memalukan, negara yang kita cintai ini masih mengimpor 54% konsumsi BBM. Dan tahukah dari mana kita mengimpornya? Dari Singapura," ujar Bahlil dalam acara di Hotel The Westin Jakarta, Kamis (30/1/2025).

 

Bahlil menyoroti bahwa Singapura bukanlah negara penghasil minyak, namun Indonesia tetap mengandalkan impor dari negara tersebut.

 

"Kita justru mengimpor minyak dari negara yang tidak memiliki ladang minyak sendiri. Bahkan, harganya sama dengan minyak dari Timur Tengah," katanya.

 

Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini impor BBM Indonesia telah mencapai 1 juta barel per hari. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode 1996-1997, di mana Indonesia masih mampu mengekspor minyak dalam jumlah yang sama.

 

Pada periode tersebut, lifting minyak dan gas Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara konsumsi hanya sekitar 600.000 barel per hari. Namun, pada 2024, lifting migas nasional turun drastis menjadi hanya 600.000 barel per hari.

 

"Sekarang kita justru mengimpor 1 juta barel per hari. Ini berkebalikan dengan situasi pada 1996-1997. Maka wajar jika kita mulai bertanya, apakah benar Indonesia sudah tidak memiliki minyak?" ujar Bahlil.

 

Menanggapi kondisi ini, Bahlil menegaskan perlunya perbaikan dalam tata kelola sektor migas melalui tiga langkah utama. Pertama, mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak yang tidak beroperasi (idle). Kedua, mengoptimalkan sumur yang ada dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

 

"Ketiga, ada sekitar 300 sumur yang telah selesai dieksplorasi tetapi belum masuk dalam Plan of Development (PoD). Ini harus segera diselesaikan," tegasnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.