Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 28 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, mengungkapkan bahwa upaya penyelundupan barang ilegal senilai Rp3,7 triliun berhasil digagalkan. Dia menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antarinstansi untuk mencegah masuknya barang ilegal ke pasar domestik.
“Sejak Presiden Prabowo Subianto memimpin pada 2024, pemerintah telah berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal dengan nilai total Rp3,7 triliun,” ujar Budi dalam pernyataan resmi pada Sabtu (25/1/2025).
Barang-barang yang disita dalam operasi ini meliputi rokok ilegal, perangkat elektronik, kosmetik, benih lobster, minuman keras, dan sejumlah komoditas lainnya. Selain itu, pihak berwenang juga menangkap 552 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan internasional. “Sebanyak 552 individu telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” tambahnya.
Operasi pemberantasan penyelundupan ini dilakukan melalui koordinasi antara desk khusus di bawah Kemenkopolkam, Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, TNI-Polri, hingga Kejaksaan Agung.
“Pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna memastikan tidak ada peluang bagi para pelaku penyelundupan,” tegas Budi.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.