Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 19 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Indonesia kehilangan potensi ekonomi hingga Rp 324 triliun akibat pengeluaran 10 juta orang kaya yang memilih berbelanja di luar negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa sekitar 10 juta warga Indonesia bepergian ke luar negeri, berpotensi menghabiskan uang di sana.
"Kami hitung dengan asumsi belanja paling konservatif sebesar 2.000 dolar AS per orang, yang setara dengan sekitar Rp 324 triliun," ujar Airlangga pada Jumat (17/1/2024).
Airlangga juga mengakui bahwa beberapa barang di luar negeri memiliki harga lebih murah dibandingkan di Indonesia, yang menjadi daya tarik bagi kalangan berpenghasilan tinggi untuk berbelanja di luar negeri.
Hal ini terjadi karena barang impor di Indonesia dikenakan berbagai pajak, termasuk bea masuk, pajak penghasilan (PPh), dan pajak pertambahan nilai (PPN), yang menjadikan harga barang lebih mahal dibandingkan negara seperti Singapura, yang tidak mengenakan pungutan pajak serupa.
Menghambat Pertumbuhan Ekonomi
Airlangga menambahkan bahwa perilaku konsumsi 10 juta orang kaya yang berbelanja di luar negeri menjadi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Potensi daya beli yang besar ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan di dalam negeri.
"Masalah utama kita adalah sekitar 10 juta orang kaya yang belanjanya tidak di Indonesia. Padahal, daya beli mereka sangat besar, sehingga pertumbuhan ekonomi kita tidak maksimal," jelasnya, Rabu (15/1/2025).
Meskipun demikian, Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,95 persen pada kuartal III-2024, lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Thailand dan Korea Selatan.
Indikator sektor riil juga menunjukkan hasil positif, dengan PMI Manufaktur berada di level ekspansif 51,2 yang didorong oleh permintaan domestik, optimisme konsumen, dan pertumbuhan Indeks Penjualan Riil.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.