Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 20 June 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Korea Utara dan Rusia Sepakat Saling Bantu Militer Hadapi Agresi. Korea Utara (Korut) dan Rusia telah menyepakati untuk saling memberikan bantuan militer jika salah satu dari mereka menghadapi agresi bersenjata. Perjanjian ini ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dalam kunjungan pertama pemimpin Rusia ke Pyongyang dalam 24 tahun terakhir.
"Jika salah satu pihak menghadapi invasi bersenjata dan berada dalam keadaan perang, pihak lain akan segera menggunakan segala cara yang ada untuk memberikan bantuan militer dan bantuan lainnya sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB dan hukum masing-masing negara," terang pasal 4 perjanjian tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/6/2024). Pasal 51 Piagam PBB mengatur hak negara anggota untuk melakukan tindakan pertahanan diri, baik secara individu maupun kolektif.
Perjanjian ini dianggap sebagai kebangkitan kembali perjanjian pertahanan bersama yang pernah ada berdasarkan perjanjian tahun 1961 antara kedua negara yang kemudian dibatalkan pada 1990 ketika Uni Soviet menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan. Perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang ditandatangani oleh kedua pemimpin pada Rabu (19/6) ini juga merupakan salah satu langkah paling signifikan di Asia yang diambil oleh Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Perjanjian ini terjadi di tengah isolasi internasional yang semakin meningkat terhadap kedua negara, serta meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Asia mengenai dukungan Rusia terhadap Korea Utara, satu-satunya negara yang menguji senjata nuklir pada abad ini. Kim Jong Un menggemakan pernyataan Putin yang mengaitkan hubungan mendalam kedua negara dengan upaya melawan kebijakan "hegemoni dan imperialis" Barat, khususnya AS, termasuk dukungan terhadap Ukraina.
Menurut kantor berita Korea Utara, KCNA, perjanjian tersebut menyatakan bahwa tidak ada pihak yang akan menandatangani perjanjian apapun dengan negara ketiga yang melanggar kepentingan pihak lainnya. Rusia dan Korut juga tidak akan membiarkan wilayah mereka digunakan oleh negara manapun untuk membahayakan keamanan dan kedaulatan negara lain. Kedua negara juga akan mengambil tindakan bersama yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan guna mencegah perang dan menjamin perdamaian serta keamanan regional dan internasional.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.