Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari 2025

Berita Terkini - Diposting pada 08 January 2025 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi makan bergizi gratis. Sumber: voi.id

DIGIVESTASI - Program makan bergizi gratis mulai dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini direncanakan menjangkau 190 titik di 26 provinsi di Indonesia sebagai langkah awal pelaksanaannya.

Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi, menyampaikan bahwa peluncuran program ini menjadi pencapaian penting, meskipun Presiden Prabowo Subianto belum genap 100 hari menjabat.

 

“Kita patut bersyukur, tanpa harus menunggu 100 hari masa jabatan, tepatnya di hari ke-78 Presiden Prabowo, program makan bergizi gratis ini resmi dimulai. Ini merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia, karena untuk pertama kalinya negara melaksanakan program pemenuhan gizi berskala nasional untuk balita, anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujar Hasan.

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dikelola oleh kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pelaksanaannya, kepala SPPG bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan untuk memastikan makanan yang disediakan sesuai dengan standar gizi anak-anak Indonesia.

 

Distribusi program ini di 190 titik merupakan langkah awal, dengan target cakupan yang terus bertambah. “Tahap awal, 190 Dapur MBG mulai beroperasi pada hari Senin ini, dan jumlah tersebut akan terus meningkat setiap harinya,” tambah Hasan.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Dedek Prayudi, menjelaskan bahwa setiap paket makanan bernilai Rp10.000 dan direncanakan menjangkau sekitar 3,3 juta siswa di seluruh Indonesia.

 

Program makan bergizi gratis ini akan dilakukan setiap hari, menyasar semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Menu makanan yang disediakan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, mengingat adanya perbedaan harga bahan pokok di tiap wilayah.

Setiap paket makanan akan berisi karbohidrat, lauk, buah, dan sayur yang dirancang sesuai kebutuhan gizi siswa di daerah tersebut. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun dari APBN 2025 untuk mendukung pelaksanaan program ini.

Sumber: suara.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.