Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 24 April 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - PT PLN Nusantara Power meningkatkan upayanya untuk mengurangi emisi melalui perdagangan karbon tahun ini, dengan target mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun 2023. Direktur Pengelolaan dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia PLN Nusantara Power, Karyawan Aji menjelaskan, PLN NP menargetkan 2 juta ton emisi CO2 yang diperdagangkan pada tahun ini. Dia mengatakan, setidaknya ada 13 pembangkit listrik yang terlibat dalam perdagangan karbon tahun ini.
“Tahun lalu kita menghasilkan hampir 1 juta ton CO2, tahun ini mungkin 2 juta ton CO2. Ada 13 PLTU (pembangkit listrik tenaga uap),” kata salah satu pegawai Aji di Jakarta, Selasa (23 April 2024). Bapak Aji mengatakan perusahaannya mendorong transisi energi dengan sungguh-sungguh, karena perdagangan karbon akan semakin mempercepat upaya net-zero.
“Ini berarti bahwa perusahaan yang membangun pembangkit listrik terbarukan dapat menciptakan kredit karbon, dan perusahaan yang menguranginya dapat menciptakan kredit pengurangan emisi, yang berarti mereka dapat membeli dan menjual emisi dan memberi insentif pada penambahan energi terbarukan lainnya yang dapat dikurangi secara ekonomi, sebagai ``beban pada perusahaan yang membangunnya akan sangat berat.” ``Di sisi lain, beban perusahaan yang mengoperasikan CO2 akan semakin meningkat,'' jelas Pak Aji.
Tahun lalu, PLN NP menjadi salah satu pihak yang sangat aktif melakukan pendekatan terhadap pembukaan perdagangan karbon. Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon) diluncurkan pada September 2023. Pada tahun-tahun awal peluncurannya di pasar, PLN Nusantara Power mulai memperdagangkan hampir 1 juta ton setara CO2, menjadikannya pedagang terbesar dalam pertukaran karbon di Indonesia.
IDXCarbon juga terhubung dengan Sistem Registrasi Nasional Pengelolaan Perubahan Iklim (SRN-PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang memfasilitasi pengelolaan dan transfer unit karbon serta menghindari penghitungan ganda.
Selain terdaftar di bursa, PLN Nusantara Power mencakup tiga dari empat aspek perdagangan karbon: perdagangan emisi langsung, penggantian kerugian emisi langsung, dan perdagangan penggantian kerugian melalui bursa yang mengoperasikan perdagangan karbon langsung.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.