Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 21 May 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah angkat bicara soal data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan hampir 10 juta pemuda Indonesia berusia 15 hingga 24 tahun menganggur.
Ia mengatakan, saat ini jumlah pengangguran terdaftar di Indonesia sebagian besar adalah kaum muda berusia 18 hingga 24 tahun. Menurut Ida, penyebab utama tingginya angka pengangguran pada kelompok ini adalah mereka yang masih mencari dan belum mendapatkan pekerjaan.
“Memang benar, jika Anda melihat data, tingkat pengangguran terbuka kita terutama terjadi pada kelompok usia 18 hingga 24 tahun. Secara umum mereka yang paling banyak menganggur karena sedang mencari pekerjaan,” kata Ida usai rapat kerja (raker) dengan Komite IX DPR RI di Jakarta, Senin (20 Mei 2024).
Ida menjelaskan, generasi Z yang menganggur di Indonesia adalah mereka yang baru tamat sekolah dan tidak terikat pada pendidikan apa pun. Secara spesifik, ia menyebutkan, penduduk usia 18 tahun yang menganggur adalah mereka yang telah lulus SMA atau SMK, sedangkan penduduk berusia 24 tahun adalah mereka yang telah lulus S1/D4 lembaga pendidikan.
“Dilihat dari datanya, mayoritas pengangguran kita adalah orang-orang yang statusnya memungkinkan untuk mendapatkan pekerjaan, orang-orang yang putus sekolah,” jelas Ida.
Selain karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan, Menaker menjelaskan, penyebab lain tingginya angka pengangguran pada generasi Z adalah karena tidak adanya keterkaitan antara pendidikan dan pelatihan dengan permintaan pasar. Hal serupa juga terjadi pada lulusan sekolah menengah atas dan kejuruan, yang berkontribusi terhadap tingkat pengangguran kaum muda tertinggi di Indonesia.
“Pengangguran kita sebagian besar berasal dari lulusan SMK, anak-anak lulusan SMA, hal ini terjadi karena kurang fit,” kata Ida. Menghadapi fenomena tersebut, kata Ida, pemerintah akan mendorong pendidikan dan pelatihan profesi untuk terus berorientasi dan beradaptasi dengan pasar tenaga kerja. Ia menegaskan, sinergi antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja harus terus berlanjut.
“Yang terus digalakkan pemerintah adalah membangun pendidikan dan pelatihan vokasi yang terhubung dengan pasar kerja, dengan keselarasan dan kesesuaian antara pendidikan dan pasar kerja,” kata Ida. Ini adalah sesuatu yang terus kami dorong.”
Diakui Ida, pemerintah telah berupaya menekan jumlah pengangguran terdaftar di Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022. Menurut dia, Perpres tersebut fokus pada pengurangan orang-orang tidak cocok di dunia kerja.
Ia menjelaskan: “Untuk itulah pemerintah merumuskan Perpres 68 pada tahun 2022. Hal ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengurangi ketimpangan dengan memulihkan pendidikan dan pelatihan, terkoneksi dan sinkron dengan kerja pasar”.
Sebelumnya, BPS melaporkan terdapat sekitar 9,9 juta generasi muda (15-24 tahun) yang tidak aktif atau tidak mengikuti pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan (NEET) di Indonesia pada tahun 2023. Dari 9,9 juta penduduk, 5,73 juta adalah perempuan muda dan 4,17 juta adalah laki-laki muda.
Generasi Z yang merupakan generasi muda pengangguran seharusnya berada pada masa produktif. Sebagai informasi, Gen Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 dan saat ini berusia 12-27 tahun.
Proporsi penduduk usia 15-24 tahun yang berstatus NEET di Indonesia mencapai 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.