Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 06 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap potensi “harta karun” berupa mineral litium dan boron di lima lokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Lima lokasi di Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek dan Kasonga.
Plt Direktur Departemen Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan, untuk mendukung transisi energi dan pengembangan energi hijau, pihaknya telah melakukan kegiatan eksplorasi di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil survei, kawasan ini memiliki kandungan litium dan boron yang cukup menjanjikan.
“Badan Geologi sedang melakukan kegiatan eksplorasi mineral litium dan boron. “Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa beberapa daerah memiliki kandungan litium dan boron yang cukup menjanjikan,” kata Wafid dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Wafid menjelaskan, timnya awalnya melakukan penelitian dengan mengekstraksi air garam dan garam di kawasan Bledug Kuwu, Jawa Tengah, yang lokasi longsornya mirip dengan Lapindo. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa kawasan Bledug Kuwu mengandung mineral berupa litium.
“Pengambilan sampel untuk analisis litium dilakukan dengan mengambil air dari lumpur gunung berapi. Selain itu, sampel air juga diambil dari tambang garam tradisional. “Pembuat garam menyalurkan air yang mengalir dari lumpur gunung tersebut kemudian didiamkan selama kurang lebih 2 (dua) minggu hingga mengkristal menjadi garam,” jelasnya.
Berdasarkan bacaannya, air yang mengalir dari lumpur gunung Bledug Kuwu memiliki kandungan litium 103 hingga 111 ppm dan boron 464 hingga 534 ppm. Sedangkan air limbah tambang garam memiliki kandungan litium berkisar antara 1.059 hingga 1.110 ppm dan boron antara 2.660 hingga 2.781 ppm.
Menurut Wafid, konsentrasi litium dan boron meningkat signifikan setelah garam tersebut mengkristal, sehingga bisa menjadi sumber litium dan boron baru. Kadar litium yang tinggi ini menjadi rekomendasi untuk penyelidikan tahap selanjutnya, khususnya eksplorasi melalui kajian geofisika dan hidrogeologi. Dikatakannya: “Pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan menurut mekanisme yang sesuai dengan lelang mineral logam sesuai ketentuan yang berlaku.”
Seperti diketahui, litium sendiri merupakan salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, selain nikel. Sedangkan mineral boron merupakan komponen penting sel bahan bakar hidrogen, energi alternatif kendaraan listrik, boron juga merupakan bahan baku pembuatan magnet neodymium-iron-boron (NdFeB) dan bahan baku Pyrex. Permintaan boron meningkat sebesar 30% pada tahun 2022 dan diperkirakan akan meningkat seiring dengan permintaan kendaraan listrik dan industri EBT di tahun-tahun mendatang.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.