Konflik Israel–AS vs Iran Terus Memanas: Siapa Yang Paling Diuntungkan?

Berita Terkini - Diposting pada 28 March 2026 Waktu baca 5 menit

Ketegangan antara Israel-Amerika Serikat, dan Iran kembali menyedot perhatian dunia. Konflik yang terus meningkat eskalasi ini tidak berhenti di batas-batas kawasan Timur Tengah dampaknya merambat jauh ke dalam sendi-sendi ekonomi global, pasar energi, hingga sistem keuangan internasional. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan terus menggantung: siapa yang sebenarnya menang, dan siapa yang menanggung beban paling berat?

Dalam konflik modern, jawaban atas pertanyaan itu jarang bersifat hitam-putih. Keuntungan dan kerugian tidak selalu tampak di permukaan, tidak selalu datang seketika, dan tidak selalu jatuh pada pihak yang paling kentara terlibat. Ada yang diam-diam meraup untung, sementara yang lain menanggung tekanan yang jauh lebih besar dari yang terlihat.

 

Siapa yang diuntungkan?

Sektor energi global menjadi salah satu pihak yang paling cepat merasakan efek positifnya, meski dalam arti yang sinis. Timur Tengah adalah jantung produksi minyak dunia, dan setiap detak ketegangan di sana langsung diterjemahkan pasar menjadi kenaikan harga. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan sudah cukup untuk mendorong harga minyak naik bahkan sebelum satu tetes pun benar-benar terhenti mengalir. Negara-negara eksportir minyak di luar kawasan konflik menikmati windfall profit yang tidak perlu mereka perjuangkan, sementara perusahaan-perusahaan energi global mencatat margin keuntungan yang melar secara signifikan.

Industri pertahanan dan militer, terutama di Amerika Serikat, juga masuk dalam daftar pihak yang memperoleh manfaat, meski manfaat itu datang dari situasi yang sejatinya tidak ideal bagi siapapun. Eskalasi ketegangan hampir selalu diikuti lonjakan anggaran pertahanan dan meningkatnya permintaan peralatan militer. Bagi perusahaan-perusahaan di sektor ini, ketidakstabilan global adalah pasar yang tidak pernah sepi.

 

Di sisi lain, emas kembali menegaskan posisinya sebagai tempat berlindung yang paling dicari ketika ketidakpastian merajalela. Investor global berbondong-bondong mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, mendorong permintaan dan harga emas ke atas. Dalam beberapa kondisi krisis, dolar AS pun ikut menguat karena dianggap sebagai mata uang perlindungan paling andal di masa guncangan.

 

Siapa yang paling menanggung kerugian?

Namun gambaran di sisi sebaliknya jauh lebih suram, dan dampaknya lebih luas dari sekadar angka-angka di laporan keuangan. Negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik menanggung beban yang paling berat: infrastruktur yang terganggu, stabilitas politik yang tergerus, dan aktivitas ekonomi yang terhenti atau melambat drastis. Pertumbuhan domestik menjadi korban pertama yang jatuh.

 

Negara-negara importir energi, khususnya yang masuk kategori berkembang, turut terseret dalam tekanan yang tidak mereka pilih. Kenaikan harga minyak bukan hanya angka di papan bursa  ia diterjemahkan langsung menjadi biaya produksi yang membengkak, inflasi yang merangkak naik, dan daya beli masyarakat yang semakin tergerus. Efek berantainya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperberat beban fiskal yang sudah tidak ringan.

 

Pasar keuangan global pun tidak bisa berdiri tegak di tengah guncangan semacam ini. Saham-saham di sektor teknologi dan growth stocks cenderung menjadi yang pertama dijual ketika investor bergeser ke mode bertahan. Aset kripto seperti Bitcoin juga kerap mengalami volatilitas yang tajam dalam situasi seperti ini  mencerminkan betapa cepatnya sentimen pasar bisa berputar balik ketika ketidakpastian geopolitik mengambil alih kendali.

 

Pada akhirnya, konflik yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar seperti ini tidak pernah benar-benar menghasilkan pemenang yang bersih. Yang ada hanyalah pihak-pihak yang untuk sementara diuntungkan oleh chaos, dan pihak-pihak yang menanggung harganya jauh lebih lama.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.