Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 14 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan di Los Angeles, California, diperkirakan mencapai angka yang sangat besar. Berdasarkan data terbaru, kerugian tersebut jauh melebihi total bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat untuk operasi militer di Gaza.
AccuWeather memperkirakan nilai kerusakan dan kerugian ekonomi berkisar antara USD135 miliar hingga USD150 miliar, yang setara dengan Rp2.200 triliun hingga Rp2.447 triliun.
Moody's Ratings, dalam laporan yang dilansir Reuters, menyebutkan bahwa meskipun diperlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk mengukur besarnya kerusakan yang dapat diasuransikan, kebakaran hutan di Los Angeles kemungkinan akan tercatat sebagai salah satu yang paling merugikan dalam sejarah negara bagian tersebut.
Sementara itu, laporan dari Stockholm International Peace Research Institute mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari USD22 miliar atau sekitar Rp356,8 triliun untuk mendukung operasi militer Israel, termasuk di Gaza, Lebanon, dan Suriah sejak 7 Oktober 2023.
Dengan demikian, kerugian ekonomi yang dialami Amerika Serikat akibat kebakaran hutan ini diperkirakan enam kali lebih besar dibandingkan dengan bantuan militer yang diberikan ke Israel selama serangan di Gaza.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Los Angeles tengah menghadapi bencana besar akibat kebakaran hutan yang telah merambah ke daerah pemukiman. Kebakaran yang dimulai pada Selasa pagi telah merenggut nyawa 10 orang dan memaksa sekitar 70.000 warga mengungsi.
Kondisi semakin buruk dengan adanya angin kencang Santa Ana serta vegetasi kering yang mempercepat penyebaran api. Kebakaran ini tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah Los Angeles, dengan lebih dari 10.000 bangunan habis terbakar. Para korban kebakaran juga menghadapi kecemasan mendalam, selain kehilangan rumah dan harta benda, mereka khawatir klaim asuransi mereka tidak akan dipenuhi.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.