Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 21 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Jepang tengah menghadapi ancaman krisis populasi yang serius, dengan angka kelahiran bayi yang terus menurun. Seorang ahli demografi memperingatkan bahwa jika penurunan kelahiran terus berlanjut, Jepang akan menghadapi masa depan yang suram dengan jumlah anak yang sangat sedikit. Hiroshi Yoshuda, profesor di Research Center for Aged Economy and Society, Tohoku University, mengungkapkan bahwa pada 5 Januari 2720, Jepang hanya akan memiliki satu anak yang berusia di bawah 14 tahun jika tren penurunan kelahiran tidak berhasil dihentikan.
Yoshuda menciptakan semacam jam dengan data real-time yang memperlihatkan jumlah anak yang ada di Jepang setiap tahunnya, sambil melacak penurunan yang terjadi. Jam tersebut menggunakan data resmi dari Biro Statistik Jepang dan memperkirakan bahwa jumlah anak di Jepang akan menurun drastis hingga tinggal satu orang pada 2720, sekitar 695 tahun dari sekarang. Proyeksi ini didasarkan pada penurunan rata-rata tahunan jumlah anak di Jepang yang semakin parah.
Pada tahun 2023, angka kelahiran Jepang mencapai level terendah sepanjang sejarah dengan angka 1,20, sementara Tokyo mencatat angka kelahiran di bawah satu. Penurunan ini terkait dengan semakin sedikitnya pernikahan, dengan banyak orang memilih untuk tetap melajang. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kelahiran di paruh pertama 2024 juga menurun ke level terendah sejak 1969, dengan 350.074 kelahiran tercatat, turun 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023. Angka kelahiran tahunan terendah tercatat pada 2023 sejak pencatatan dimulai pada tahun 1899.
Para pembuat kebijakan Jepang berupaya keras untuk mengatasi masalah penurunan angka kelahiran. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah, termasuk memperluas fasilitas penitipan anak, memberikan subsidi perumahan, serta meluncurkan aplikasi kencan untuk mendorong pernikahan dan kelahiran anak. Salah satu aplikasi tersebut bahkan menarik perhatian miliarder Elon Musk, yang mengungkapkan kegembiraannya atas upaya pemerintah Jepang. Dalam sebuah postingan di platform X, Musk menulis, "Saya senang pemerintah Jepang menyadari pentingnya masalah ini. Jika tindakan radikal tidak diambil, Jepang (dan banyak negara lainnya) akan lenyap!"
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.