Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 22 November 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Program Rumah Gratis Pemerintah Picu Penurunan Minat Pembelian Rumah Komersial, Pemerintah tengah gencar menjalankan program penyediaan rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, kebijakan ini dilaporkan berdampak pada penurunan minat masyarakat untuk membeli rumah secara komersial, karena sebagian besar mengira memiliki peluang mendapatkan rumah secara cuma-cuma.
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto, mengungkapkan terjadi penurunan signifikan pada jumlah calon konsumen yang melakukan *booking* rumah. Ia memperkirakan penurunan tersebut mencapai sekitar 30%.
"Sudah banyak yang membatalkan. Dari 10 konsumen yang tertarik, ada 1-3 yang membatalkan, itu artinya 30%," ujar Joko di Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).
Menurut Joko, kebingungan terkait program ini tidak hanya dialami anggota REI tetapi juga pelaku industri properti lainnya. Bahkan, banyak masyarakat mempertanyakan kejelasan kriteria penerima rumah gratis.
"Semua pelaku industri properti merasa bingung, karena konsumen bertanya-tanya soal rumah gratis ini. Kondisi ini menimbulkan perdebatan dan memengaruhi mentalitas pasar," jelasnya.
Program Rumah Gratis Perlu Sosialisasi Lebih Jelas
Koordinator GASPERR sekaligus Ketua Umum APERSI, Junaidi Abdillah, menilai program rumah gratis perlu diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu untuk mencegah kesalahpahaman. Ia juga menyoroti perlunya sosialisasi yang lebih terperinci terkait kriteria penerima manfaat.
"Rumah gratis seharusnya diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp1 juta. Ini perlu diklarifikasi agar tepat sasaran," kata Junaidi dalam acara Deklarasi GASPERR di Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2024).
Ia menambahkan bahwa informasi yang simpang siur telah menyebabkan gangguan di pasar properti. Banyak konsumen yang memilih menunda atau membatalkan pembelian rumah dengan harapan mendapatkan rumah gratis.
"Kalau informasi soal rumah gratis ini tidak diperjelas, dampaknya besar. Orang jadi menunda atau bahkan batal membeli rumah, dan ini bisa membuat industri properti lumpuh," tegasnya.
Pengembang Rasakan Penurunan Penjualan
Ketua Umum HIMPERRA, Ari Tri Priyono, menyatakan bahwa pengembang yang tergabung dalam GASPERR mendukung program pembangunan 3 juta rumah. Namun, ia mengakui bahwa program rumah gratis telah menimbulkan tantangan baru, terutama dalam penjualan rumah.
"Banyak anggota saya melaporkan penurunan *booking* rumah. Setelah diselidiki, ternyata masyarakat berpikir mereka berhak atas rumah gratis," ujar Ari.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan penerima program rumah gratis agar tidak mengganggu ekosistem pasar properti yang sudah berjalan. "Program ini harus diperjelas supaya tidak mengacaukan industri yang sudah ada," pungkasnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.