Stablecoin RLUSD Milik Ripple Melampaui $3 Triliun dalam Perdagangan Sebulan: Apa Artinya untuk Pasar Kripto?

Crypto News - Diposting pada 02 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Ripple USD Stablecoin (RLUSD) Catatkan Volume Perdagangan Lebih dari $3 Triliun dalam Sebulan

Stablecoin Ripple USD (RLUSD) berhasil mencatatkan volume perdagangan lebih dari $3,02 triliun hanya dalam waktu sebulan setelah diluncurkan di bursa terpusat, menurut laporan dari CCData.

 

Pada bulan Januari, RLUSD mencatat volume perdagangan sebesar $2,84 triliun hingga 23 Januari, menjadikannya sebagai stablecoin terbesar keempat berdasarkan volume perdagangan. Aktivitas perdagangan tertinggi tercatat pada 4 Januari, dengan transaksi mencapai $400 juta.

 

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa RLUSD memiliki suplai beredar sebesar $97,5 juta pada 23 Januari, dengan dana cadangan melebihi $104 juta. Sebagian besar perdagangan RLUSD terjadi di bursa Bullish, yang menyumbang sekitar 85,7% dari total volume perdagangan atau sekitar $2,42 miliar.

 

Bitstamp menjadi bursa kedua dengan volume transaksi terbesar untuk RLUSD, mencapai $398 juta. Bursa lain seperti Independent Reserve, Bitso, dan Mercado Bitcoin juga turut mencatatkan RLUSD, memperluas jangkauan pasar stablecoin ini.

 

RLUSD resmi diluncurkan pada 17 Desember 2024, hanya seminggu setelah Ripple memperoleh persetujuan dari Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS).

 

Rekor Baru Pasar Stablecoin

Pasar stablecoin secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada bulan Januari, dengan kapitalisasi pasar naik 5,68% mencapai angka rekor $215 miliar. Hal ini menandakan kenaikan selama 16 bulan berturut-turut dalam kapitalisasi pasar stablecoin.

 

Dominasi stablecoin di pasar aset kripto secara umum juga meningkat menjadi 6,31%, naik dari 6,19% pada bulan Desember, dan mencapai level tertinggi sejak Oktober.

 

Kenaikan dominasi stablecoin bertepatan dengan fase konsolidasi pasar pasca-pelantikan Presiden Donald Trump. Namun, meskipun awal tahun yang kuat, volume perdagangan stablecoin di bursa terpusat menunjukkan penurunan. Hingga 26 Januari, total transaksi stablecoin di platform ini tercatat sebesar $1,71 triliun, yang menunjukkan bahwa total volume Januari mungkin lebih rendah dibandingkan dengan Desember yang mencapai $2,66 triliun.

 

Laporan tersebut mengaitkan penurunan aktivitas perdagangan dengan meredanya momentum setelah sejumlah peristiwa besar di pasar, termasuk kembalinya Trump ke kursi kepresidenan.

 

Dominasi Tether USD (USDT) di pasar stablecoin utama bursa terpusat mengalami penurunan pada Januari, turun menjadi 82,4%. Sebaliknya, First Digital USD (FDUSD) dan USD Coin (USDC) mencatatkan kenaikan pangsa pasar menjadi masing-masing 8,77% dan 8,50%. Perubahan dominasi stablecoin ini mencerminkan preferensi pasar yang terus berkembang, seiring dengan semakin ketatnya persaingan di sektor stablecoin.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: CCData

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.