Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 30 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - SpaceX Miliki 8.285 Bitcoin, Keuntungannya Capai USD 700 Juta, SpaceX, perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk, dilaporkan memiliki 8.285 Bitcoin (BTC) dengan nilai sekitar USD 851 juta atau setara Rp 13,93 triliun (dengan asumsi kurs USD/IDR di kisaran 16.375). Informasi ini berasal dari data Arkham Intelligence.
Investasi tersebut telah menghasilkan keuntungan sekitar USD 700 juta sejak 2022. Pada Jumat lalu, Arkham Intelligence mengonfirmasi bahwa nilai kepemilikan Bitcoin SpaceX telah meningkat sebesar USD 695,24 juta sejak 29 November 2022.
Bitcoin yang dimiliki SpaceX dilaporkan disimpan di Coinbase Prime dan tidak digunakan selama tiga tahun terakhir. Lonjakan harga Bitcoin, yang berhasil menembus angka USD 100.000 pada akhir 2024, turut berkontribusi terhadap peningkatan nilai aset perusahaan.
Menurut laporan Cryptopolitan News, SpaceX pertama kali mencatat kepemilikan Bitcoin senilai USD 373 juta pada 2021, ketika harga BTC masih berada di level USD 46.000 per koin. Pada puncaknya, perusahaan ini memiliki 25.600 BTC. Namun, saat harga Bitcoin turun drastis menjadi USD 20.000 pada Mei 2022, SpaceX menjual sebagian aset kriptonya senilai USD 450 juta, yang berujung pada kerugian.
Saat ini, perusahaan masih menyimpan sekitar 8.900 BTC sebagai cadangan.
Tesla, produsen kendaraan listrik yang juga dipimpin oleh Elon Musk, memiliki strategi investasi kripto yang mirip dengan SpaceX.
Pada 2021, Tesla membeli Bitcoin senilai USD 1,5 miliar dan sempat menerima pembayaran dalam bentuk BTC untuk kendaraannya. Namun, perusahaan kemudian menjual sebagian kepemilikannya pada 2021 dan 2022, dengan total nilai penjualan mencapai USD 936 juta saat harga Bitcoin turun di bawah USD 40.000.
Saat ini, Tesla masih memegang 11.500 BTC dengan nilai lebih dari USD 1,1 miliar. Meski begitu, perusahaan menghentikan penerimaan Bitcoin sebagai metode pembayaran pada Mei 2021, dengan alasan kekhawatiran lingkungan terkait proses penambangan Bitcoin.
"Kami prihatin dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil untuk menambang Bitcoin," ujar Elon Musk melalui platform X.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.