Rusia Bangun Bursa Kripto Rahasia Khusus Investor Elite!

Crypto News - Diposting pada 24 April 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi AI

Rusia Siapkan Bursa Kripto Resmi untuk Investor Berkualifikasi Tinggi

Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Rusia saat ini tengah menyiapkan peluncuran platform perdagangan aset kripto milik negara, yang ditujukan secara eksklusif untuk investor dengan tingkat kelayakan yang sangat tinggi.

 

Mengutip laporan dari RBC pada Rabu (23/4/2025), Menteri Keuangan Anton Siluanov menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk melegalkan kepemilikan aset kripto dan membawa aktivitas digital tersebut masuk ke dalam sistem hukum yang terstruktur dan diawasi. Bursa ini akan beroperasi di bawah regulasi eksperimental yang sedang diuji Rusia untuk mendukung inovasi finansial.

 

Akses Terbatas untuk Investor Berkekayaan Besar

Bursa ini tidak diperuntukkan bagi publik umum, melainkan hanya dapat diakses oleh investor yang memenuhi kriteria aset atau penghasilan tertentu.

 

Syarat yang harus dipenuhi termasuk memiliki aset berbentuk surat berharga dan simpanan senilai lebih dari RUB 100 juta, atau memiliki penghasilan tahunan di atas RUB 50 juta.

Bank Sentral menegaskan bahwa tujuan utama dari platform ini adalah untuk meningkatkan transparansi, menetapkan standar layanan, dan memperluas akses yang aman bagi investor berpengalaman dan berani mengambil risiko.

 

Walau Presiden Vladimir Putin telah mengesahkan larangan penggunaan kripto sebagai alat pembayaran sejak tahun 2022, kebijakan ini mencerminkan perubahan pendekatan pemerintah terhadap aset digital.

 

Di tengah tekanan sanksi internasional, sejumlah pejabat menegaskan bahwa warga Rusia masih dapat mengakses pasar kripto. Bahkan menurut Reuters, perusahaan energi Rusia telah menggunakan Bitcoin dan Ether melalui pihak ketiga untuk menjual minyak ke Tiongkok dan India.

 

Namun, dampak dari ketegangan geopolitik masih terasa. Sebagai contoh, pada Februari lalu Uni Eropa kembali menjatuhkan sanksi terhadap Garantex, bursa asal Rusia yang sebelumnya sudah dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat sejak April 2022.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.