Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 25 February 2025 Waktu baca 5 menit
Penulis buku keuangan terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menegaskan keyakinannya terhadap Bitcoin sebagai aset masa depan.
Pada Jumat (22/2/2025), Kiyosaki menyatakan bahwa dirinya akan membeli lebih banyak Bitcoin jika terjadi penurunan harga akibat gejolak pasar yang lebih besar.
Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Kiyosaki memperingatkan potensi kejatuhan besar yang akan mempengaruhi berbagai kelas aset, termasuk saham, obligasi, real estat, emas, perak, dan cryptocurrency. Ia menyebut krisis ini sebagai "Everything Bubble", namun percaya bahwa Bitcoin akan menjadi aset yang paling cepat bangkit dari keterpurukan.
"Jika harga Bitcoin jatuh, saya akan memborong lebih banyak," tulis Kiyosaki.
Menurutnya, Bitcoin adalah lindung nilai terbaik terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang terus meningkat.
Saat pernyataan tersebut dibuat, Bitcoin (BTC/USD) diperdagangkan di level $98.420, mengalami kenaikan 1,5% pada Jumat dan tetap bertahan di atas level support krusial $95.000.
Meski demikian, Bitcoin menghadapi hambatan signifikan dalam menembus level resistensi yang lebih tinggi, sehingga pergerakannya masih terbatas dalam rentang sempit.
Sejak awal 2000-an, Kiyosaki dikenal sering memprediksi krisis keuangan besar. Bahkan, bulan lalu, ia memperingatkan bahwa "kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah" berpotensi terjadi pada Februari 2025. Menurutnya, aksi jual besar-besaran di pasar saham dan obligasi bisa memicu ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas.
Sebagai kritikus utama mata uang fiat, Kiyosaki menyebut Bitcoin sebagai "uang rakyat", sementara emas dan perak sebagai "uang Tuhan". Ia terus mendorong investor untuk beralih ke aset-aset ini sebagai perlindungan dari volatilitas pasar keuangan tradisional.
Meskipun Bitcoin bergerak dalam kisaran yang terbatas, ketahanannya di sekitar level $95.000 menunjukkan potensi pemulihan. Ini terjadi di tengah arus keluar yang terus berlanjut dari ETF Bitcoin spot, yang menurut laporan Market Pulse, telah menjadi faktor penekan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak diluncurkan, ETF Bitcoin telah menarik investasi senilai $5,6 miliar, namun belakangan ini minat spekulatif mulai mereda akibat ketidakpastian ekonomi global.
Analis percaya bahwa katalis utama bagi Bitcoin bisa datang dari permintaan institusional. Laporan terbaru mengungkap bahwa MicroStrategy, perusahaan yang didirikan oleh Michael Saylor, sedang mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak Bitcoin setelah mengumpulkan dana sebesar $2 miliar.
Risalah pertemuan The Federal Reserve pada Januari menunjukkan bahwa bank sentral AS belum terburu-buru menurunkan suku bunga. Para pembuat kebijakan masih mengkhawatirkan risiko inflasi serta dampak ekonomi dari kebijakan tarif baru yang mungkin diberlakukan jika Donald Trump kembali berkuasa.
Saat ini, The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25% - 4,5%, setelah menurunkannya sebesar 1% sepanjang 2024.
Sementara itu, pembicaraan diplomatik antara AS dan Rusia di awal pekan sempat memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Namun, secara keseluruhan, sentimen investor masih cenderung berhati-hati.
Ketidakmampuan Bitcoin untuk mempertahankan reli yang kuat mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas terkait kebijakan ekonomi global.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kontan.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.