Harga Bitcoin Anjlok! Ini Penyebabnya Setelah Trump Umumkan Tarif Pajak Baru

Crypto News - Diposting pada 05 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Bitcoin dan Kripto Anjlok Setelah Tarif Baru Trump, Likuiditas Global Tertekan

Harga Bitcoin dan aset kripto utama lainnya mengalami penurunan tajam pada Senin (3/2/2025) menyusul kebijakan tarif terbaru yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap China, Kanada, dan Meksiko. Kebijakan ini memicu kejatuhan pasar secara luas, termasuk di sektor kripto.

 

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun lebih dari 4%, mengakibatkan tekanan signifikan di pasar aset digital.

 

Penurunan ini cukup mengejutkan bagi sebagian investor, mengingat inflasi yang lebih tinggi biasanya dianggap positif bagi Bitcoin, yang kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai.

 

Namun, menurut analis dari Bernstein, kebijakan tarif baru telah memperkuat dolar AS dan meningkatkan ekspektasi inflasi, sehingga peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil. Kondisi ini memperketat likuiditas global, yang berdampak negatif pada aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

 

Meski dalam jangka pendek Bitcoin berkorelasi dengan aset berisiko lainnya, para analis tetap optimis bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin memiliki nilai fundamental yang kuat. Faktor seperti meningkatnya utang pemerintah dan defisit anggaran berpotensi melemahkan kebijakan moneter, yang justru memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

 

Ke depan, Bernstein memperkirakan Bitcoin akan kembali diperdagangkan berdasarkan fundamentalnya sendiri setelah dampak dari gejolak risiko ini mereda.

 

Bank investasi tersebut mencatat bahwa Bitcoin masih mempertahankan dukungan di kisaran $90.000 meskipun mengalami aksi jual besar-besaran, berkat permintaan institusional yang kuat.

 

Pada Januari 2025, produk ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih sebesar $5,3 miliar, yang sejalan dengan proyeksi tahunan sekitar $70 miliar.

 

Di sisi lain, perusahaan MicroStrategy terus melanjutkan strateginya dalam mengakuisisi Bitcoin. Baru-baru ini, perusahaan tersebut membeli Bitcoin senilai $2,5 miliar serta menerbitkan saham preferen senilai $584 juta, yang diperkirakan akan digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin.

 

Sejalan dengan upaya pemerintah AS dalam membentuk cadangan nasional Bitcoin serta dukungan dari bank-bank besar setelah pencabutan regulasi SAB 121, Bernstein memperkirakan akan ada arus masuk modal berkelanjutan dari ETF dan korporasi ke pasar Bitcoin.

 

Selain itu, pemerintahan Donald Trump memandang mata uang kripto sebagai aset strategis. Meskipun pasar masih skeptis terhadap dampak inisiatif DOGE Elon Musk, pemerintah berusaha mengendalikan inflasi melalui berbagai kebijakan, termasuk meningkatkan produksi energi.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: msn.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.