Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 05 February 2025 Waktu baca 5 menit
Mengapa Saham BRI Tetap Diminati di Tengah Tantangan Pasar? Ini Alasannya
Dalam dunia investasi, keputusan untuk membeli saham sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi ekonomi global. Salah satu saham yang terus menarik perhatian investor adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Meskipun harga saham BRI sempat mengalami penurunan, minat investor terhadap saham ini tetap tinggi, terutama di kalangan pemburu saham blue chip. Apa yang membuat BBRI tetap menarik di tengah ketidakpastian pasar? Berikut ulasannya.
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang memberikan kepercayaan lebih bagi para investor. Sejak didirikan, BRI berkomitmen melayani masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Salah satu faktor utama yang membuat saham BBRI tetap diminati adalah kinerja keuangan yang positif. Hingga November 2024, BRI mencatat laba bersih Rp50 triliun, meningkat 3,96% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,09 triliun.
Peningkatan laba ini tidak hanya didorong oleh efisiensi perusahaan, tetapi juga oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang naik 1,31% menjadi Rp100,88 triliun.
Selain itu, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp20,34 triliun, atau tumbuh 9,66% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa BRI semakin sukses dalam diversifikasi pendapatan dan tidak hanya bergantung pada pendapatan bunga.
Sebagai bank yang memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, kinerja positif ini menjadikan BRI sebagai pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
BRI juga mencatat pertumbuhan positif dalam penyaluran kredit. Hingga November 2024, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.219,21 triliun, meningkat 4,99% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi global, permintaan kredit tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap BRI sebagai institusi keuangan yang andal.
Di sisi lain, total aset BRI juga tumbuh 4,36% menjadi Rp1.851,3 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,95% menjadi Rp1.386,71 triliun.
Yang menarik, terjadi lonjakan 10,79% dalam komponen CASA (Current Account Savings Account), menandakan tingginya kepercayaan nasabah terhadap BRI. Basis nasabah yang solid ini menjadi indikasi bahwa bank memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat.
Menariknya, meskipun harga saham BBRI mengalami tekanan, jumlah pemegang saham justru meningkat. Pada akhir Desember 2024, jumlah investor yang memegang saham BRI mencapai 653.247, bertambah 38.186 investor dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan ini mengindikasikan bahwa banyak investor, terutama lokal, melihat potensi kenaikan harga saham di masa depan. Selain itu, meningkatnya jumlah pemegang saham juga menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang BRI.
Dalam kondisi di mana banyak saham lain mengalami koreksi lebih tajam, ketertarikan investor terhadap BRI membuktikan bahwa saham ini memiliki daya tarik tersendiri serta prospek pertumbuhan yang baik.
Sebagai saham blue chip, BBRI tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan fundamental yang kuat.
Keberadaan BRI sebagai bank milik negara memberikan jaminan lebih bagi investor jangka panjang. Meskipun harga saham BBRI saat ini mengalami penurunan, banyak investor melihatnya sebagai peluang untuk membeli saham di harga diskon sebelum rebound.
Dengan fundamental yang solid, prospek pertumbuhan yang menjanjikan, serta kepercayaan tinggi dari investor, saham BBRI diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian pasar.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: stockbit.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.