Dulu Dikagumi sebagai Raja Kripto, Sekarang Dikenai Kewajiban dan Pembatasan

Crypto News - Diposting pada 27 February 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Kehidupan sehari-hari pendiri Binance, Changpeng Zhao, menjadi semakin rumit. Jika Zhao tidak ingin ditahan, dia harus menyerahkan paspornya dan memakai alat pelacak. 


Persyaratan yang harus dipatuhi oleh Zhao diatur dalam perjanjian penyelesaian  di luar pengadilan antara jaksa dan Binance, yang akhirnya disetujui oleh hakim. Hakim Richard Jones di Seattle menyetujui persyaratan yang harus dipenuhi Binance, termasuk denda $1.81 miliar dan penyerahan aset yang disita sebesar $2.51 miliar.

 

Hakim juga setuju untuk mengubah kondisi jaminan Zhao. Jaksa mengatakan perubahan tersebut merupakan upaya untuk menyelaraskan perintah hakim agar Zhao tidak  meninggalkan daratan AS dan tetap berada di bawah pengawasan pejabat pengadilan hingga tanggal persidangannya pada 30 April. 

 

Persyaratan tambahan lainnya termasuk Zhao harus menyampaikan rencana perjalanannya tiga hari sebelum keberangkatan, menyerahkan paspornya dan  tinggal di “tempat tinggal” yang disetujui. Petugas praperadilan juga merekomendasikan agar Zhao memakai pelacak lokasi. 

 

Zhao  saat ini keluar dari tahanan setelah memberikan jaminan sebesar $175 juta. Pria yang juga dikenal dengan inisial CZ itu mengaku bersalah  atas tuduhan pencucian uang pada bulan November. Pengakuan bersalah Chao adalah bagian dari kesepakatan antara Binance dan penegak hukum AS. 

 

Binance telah mengaku bersalah karena menolak penyelidikan kriminal atas aktivitasnya  oleh otoritas penegak hukum AS. Investigasi dimulai setelah bursa mata uang kripto terbesar di dunia tersebut gagal melaporkan sekitar 100.000 transaksi mencurigakan yang melibatkan kelompok yang ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah AS, termasuk Al Qaeda dan ISIS.  

Selain itu, platform Binance juga digunakan untuk menjual konten eksploitasi seksual terhadap anak-anak dan menerima sebagian besar  hasil pemerasan kripto dari peretas, yang  juga dikenal sebagai ransomware.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.