Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 26 January 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajukan permintaan pertama kepada Bank Sentral AS (The Federal Reserve) untuk menurunkan suku bunga. Dalam pernyataan video yang disampaikan kepada para pemimpin dunia di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menegaskan bahwa ia akan mendorong kebijakan suku bunga yang lebih rendah di AS.
"Saya akan menuntut agar suku bunga segera turun," ujar Trump, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (24/1/2025).
Ia juga menambahkan bahwa penurunan suku bunga seharusnya menjadi tren global. "Suku bunga harus turun di seluruh dunia. Suku bunga harus mengikuti kita di mana-mana," tambahnya.
Pernyataan ini menjadi komunikasi publik pertama Trump terkait kebijakan moneter dengan pejabat The Fed, setelah hubungan yang sempat kontroversial selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.
Hingga saat ini, Trump belum secara rinci mengungkapkan pandangannya tentang kebijakan moneter AS sejak kembali menjabat. Namun, saat kampanye presiden tahun 2024, ia mengindikasikan niatnya untuk terlibat dalam keputusan terkait suku bunga.
Dalam wawancara sebelumnya, Trump menyatakan harapannya agar The Fed mendengarkan pandangannya. Ia juga menyebut rencananya untuk berbicara langsung dengan Ketua The Fed, Jerome Powell, di waktu yang tepat.
Sementara itu, Powell dan jajaran The Fed terus menekankan pentingnya independensi bank sentral. Powell berulang kali menegaskan bahwa keputusan The Fed tidak dipengaruhi oleh pertimbangan politik, meskipun kebijakan bank sentral ini mendapat kritik, terutama karena menganggap lonjakan inflasi pada 2021 sebagai masalah sementara. Hal tersebut memicu serangkaian kenaikan suku bunga yang cukup agresif.
Saat ini, pasar hampir tidak memperkirakan adanya peluang penurunan suku bunga lebih lanjut. Suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 4,25%-4,5%, setelah pemangkasan sebesar satu poin persentase penuh dalam empat bulan terakhir pada 2024. Menurut data CME Group, penurunan suku bunga pertama kemungkinan besar akan terjadi pada Juni mendatang. Para pedagang memperkirakan peluang 50-50 untuk penurunan berikutnya sebelum akhir tahun ini.
Sumber: liputan6.com | CNBC International
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.